Media Informasi Pemuda Peduli Dhuafa Gresik (PPDG) || Website: www.pemudapedulidhuafa.org || Facebook: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Twitter: @PPD_Gresik || Instagram: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Email: ppd.gresik@gmail.com || Contact Person: 0838-3199-1684 || Nomor Rekening: 0335202554 BNI a.n. Ihtami Putri Haritani || Konfirmasi Donasi di nomor telepon: 0857-3068-6830 || #SemangatBerkarya #PPDGresik

Kamis, 01 Mei 2014

Sistem Dapat Merubah Kebiasaan

Salah satu program pemerintah DKI Jakarta yang sedang berjalan hingga saat ini adalah program rumah deret. Program ini menjadi salah satu cara untuk menata perumahan di daerah padat penduduk seperti di daerah Gang Kana, Rawamangun, Jakarta Timur. Program ini di anggap efektif dalam membenahi ruang tata kota yang minim di daerah tersebut dan merupan jalur evakuasi kebakaran.Namun, bukan program ini yang menjadi pembahasan penulis. Pada kesempatan ini penulis akan menjelaskan dampak program rumah deret dari segi sistem yang sadar atau tidak sadar merubah kebiasaan masyarakat sekitar.
Ketika pembangunan berlansung, keadaan di daerah ini sangatlah berantakan, banyak bahan-bahan banguan seperti pasir, batu kolar, besi sampai batu bata ada disetiap rumah warga. Pembangunan berlansung bertahap dimulai dari pagar, ruang tamu, kamar sampai terakhir kamar mandi.
Dampak dari program rumah deret ini, menjadikan daerah yang biasa digunakan masyarakat untuk bertransaksi jual beli atau pasar menjadi terganggu, belum lagi tumpukan sampah bekas runtuhan rumah berserakan disekitar tempat yang warga jadikan pasar sementara itu.
Masalah banyaknya sampah bekas runtuhan rumah seperti triplek dan barang-barang bekas lainnya dibuang dibadan jalan yang biasa di lewati pejalan kali maupun pengendara motor. Terlihat begitu kumuh dan semerawut. Tak adanya sistem pembuangan sampah yang baik membuat warga dengan seenak membuang sampah disitu.
Sudah menjadi budaya masyarakat atau memang tidak adanya sistem yang mengatur pembuangan sampah sementara ini, membuat tokoh masyarakat seperti pengurus RT, RW dan warga peduli kebersihan berpikir untuk membuat suatu pekarangan tanaman d tempat dimana sampah itu berada. Setelah sampah diangkut, dengan segera masyarak merealisasikan pekarangan tanaman ini.
Dengan begitu warga yang tidak bertanggungjawab tersebut mau tidak mau harus membuang sampah di TPA. Ternyata dengan sistem yang baik, masyarakat kita bisa merubah kebiasaan membuang sampah sembarangan ini. Sekarang jalan itu menjadi lebih cantik dan tertata.membuat orang yang lalu lalang selalu melirik kearahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar