Media Informasi Pemuda Peduli Dhuafa Gresik (PPDG) || Website: www.pemudapedulidhuafa.org || Facebook: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Twitter: @PPD_Gresik || Instagram: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Email: ppd.gresik@gmail.com || Contact Person: 0838-3199-1684 || Nomor Rekening: 0335202554 BNI a.n. Ihtami Putri Haritani || Konfirmasi Donasi di nomor telepon: 0857-3068-6830 || #SemangatBerkarya #PPDGresik

Rabu, 31 Desember 2014

Merayakan Tahun Baru 2015 dengan Kontemplasi dan Sikap Positif


Berbagai cara dilakukan dalam memperingati pergantian tahun, banyak yang merayakannya dengan pesta pora namun tidak sedikit yang melakukan kontemplasi atau perenungan. Apapun itu bagi saya makna tahun baru adalah hanyalah sebuah kesepakatan. Tidak ada yang istimewa dengan tahun baru, semuanya sama tidak ada yang berubah. Matahari masih tetap terbit dari timur ke barat, manusia tetap hidup dalam ketidakpastian menunggu datangnya kepastian yaitu kematian. Masa lalu adalah jejak, hari ini kehidupan dan besok adalah misteri. Tahun baru hanyalah sebutan yang disepakati berdasarkan konsensus bersama umat manusia.

Tahun baru adalah terminal, terminal untuk menentukan kembali tujuan akhir kita. Terminal untuk menentukan kembali kendaraan apa yang bisa membawa kita sampai ke tujuan tersebut, terminal untuk melihat kebelakang apakah jalan yang selama ini kita tempuh sudah searah dengan tujuan akhir kita. Terminal untuk menentukan kembali kawan-kawan yang akan menemani kita dalam perjalanan.

Tahun baru adalah sebuah spasi, spasi untuk jeda sejenak melihat rangkaian kalimat kehidupan yang telah kita lalui. Spasi untuk menentukan kata berikutnya yang akan kita pakai dalam mengarahkan rangkaian kalimat kehidupan, spasi untuk memberi ruang bagi kata-kata prioritas yang akan kita gunakan dalam rangkaian kalimat kehidupan kedepan.
Tahun baru adalah peringatan, peringatan bahwa kita tidak bisa melawan waktu. Peringatan bahwa beralihnya tahun adalah pertanda makin dekatnya lonceng kematian, peringatan bahwa rencana tidak harus sama dengan realisasi namun melakukan sesuatu dengan rencana hasilnya jauh lebih baik dari pada menunggu sesuatu apa adanya.

Tahun baru adalah anugerah, anugerah bahwa kita masih diberi kesempatan untuk hidup. Anugerah bahwa kita masih dapat menambahkan segala yang kurang ditahun-tahun sebelumnya, anugerah bahwa banyak hal yang dapat dipelajari untuk membuat hidup kedepan lebih bermakna.

Tahun baru adalah iya dan tidak. Iya untuk menyesuaikan diri terhadap kehidupan dengan segala kesulitan dan tantangannya. Tidak untuk mengeluh. Iya untuk mengembangkan dan mempertahankan sikap positif terhadap kehidupan serta memandangnya sebagai rangkaian kesempatan maupun peluang. Tidak untuk berputus asa. Iya untuk membina setiap relasi dengan sebaik-baiknya. Tidak untuk dendam. Iya untuk kesadaran tentang arah dan tujuan hidup serta bekerja dengan hikmat untuk mencapai tujuan tersebut. Tidak untuk terombang-ambing dibawa arus kehidupan. Iya untuk belajar lebih keras tentang esensi kehidupan, memperbaiki diri sendiri. Tidak untuk bermalas diri serta hidup sekadarnya. Iya untuk bekerja keras dan tidak menyia-nyiakan waktu. Tidak untuk bermalas diri. Iya untuk selalu bersikap jujur. Tidak untuk sesuatu yang tidak amanah.

Esensi:
Mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena telah diberikan penghidupan pada tahun sebelumnya. Merenungi pencapaian yang didapat selama setahun terakhir, agar tahun berikutnya dapat lebih baik lagi. Menjalin hubungan kebersamaan, sebab selain Idul Fitri atau hari besar lainnya. Biasanya di tahun baru adalah waktu yang pas untuk berkumpul bersama dengan keluarga. Untuk itu, mari kita pergunakan peringatan tahun baru 2015 ini dengan kegiatan yang bermanfaat dan tidak mengganggu ketertiban umum.

Oleh:
Ketua Umum Pemuda Peduli Dhuafa Gresik
Faisal Ahmad Fani

Kamis, 04 Desember 2014

Dengan Peringatan Hari Disabilitas Internasional, Mari Hapus Hambatan dan Wujudkan Msayarakat Inklusif

Setiap 3 Desember 2014 diperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI). Pengarusutamaan disabilitas menjadi isu nasional dan lintas sektor. Dimana, masyarakat diajak menciptakan suasana inklusi yaitu dengan membangun dan mengembangkan sebuah lingkungan yang semakin terbuka bagi penyandang disabilitas dan membangun tanggung jawab kolektif para pemangku kepentingan untuk kemajuan. Selain itu, juga memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dari aspek sosial, ekonomi, budaya, sipil dan politik menjadi tujuan yang bisa diwujudkan bersama.
Menurut Kementerian Sosial RI dalam lima tahun ke depan ditargetkan penyandang disabilitas Indonesia terbebas dari berbagai hambatan kehidupan, baik sebagai individu maupun warga negara. Kementerian Sosial sebagai leading sector penanganan penyandang disabilitas telah menyiapkan kebijakan dan program pemberdayaan. Memang, sudah saatnya warga negara penyandang disabilitas mendapat perhatian yang lebih besar dan hak. Saatnya dunia disabilitas Indonesia bangkit.
Esensi:
Harapan saya, mari menumbuhkan sikap kepedulian kita terhadap kaum disabilitas. Mengajak kepada semua lapisan masyarakat untuk mengenal dan mempedulikan mereka, memahami apa yang mereka rasakan serta menghilangkan segala bentuk diskriminasi terhadap mereka. Karena kita dan mereka sama-sama ciptaan tuhan, namun kita hanya sedikit lebih beruntung dari mereka. Hidup ini bukan hanya sekedar bangun, kemudian sarapan dan berangkat beraktifitas, setelah itu tidur kembali. Tetapi kita juga harus memikirkan dan membantu saudara-saudari kita yang sedang mengalami kesulitan serta membutuhkan bantuan kita (hablum minannas). Seperti sabda dari Rosulullah Muhammad SAW, “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain”. Dalam hidup bukan soal menjadi yang terbaik ataukah menjadi yang terburuk. Yang penting adalah bagaimana kita melakukan hal terbaik bagi sesama tanpa harus memandang siapa, agama, dan bagaimana mereka. Serta sebisa dan sekuatnya kita menghindari hal terburuk, walau terkadang setelah kesudahan yang buruk ada hikmah emas yang tercantum di dalamnya.

Faisal Ahmad Fani (Ketua Umum Pemuda Peduli Dhuafa Gresik)