Media Informasi Pemuda Peduli Dhuafa Gresik (PPDG) || Website: www.pemudapedulidhuafa.org || Facebook: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Twitter: @PPD_Gresik || Instagram: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Email: ppd.gresik@gmail.com || Contact Person: 0838-3199-1684 || Nomor Rekening: 0335202554 BNI a.n. Ihtami Putri Haritani || Konfirmasi Donasi di nomor telepon: 0857-3068-6830 || #SemangatBerkarya #PPDGresik

Kamis, 04 Desember 2014

Dengan Peringatan Hari Disabilitas Internasional, Mari Hapus Hambatan dan Wujudkan Msayarakat Inklusif

Setiap 3 Desember 2014 diperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI). Pengarusutamaan disabilitas menjadi isu nasional dan lintas sektor. Dimana, masyarakat diajak menciptakan suasana inklusi yaitu dengan membangun dan mengembangkan sebuah lingkungan yang semakin terbuka bagi penyandang disabilitas dan membangun tanggung jawab kolektif para pemangku kepentingan untuk kemajuan. Selain itu, juga memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dari aspek sosial, ekonomi, budaya, sipil dan politik menjadi tujuan yang bisa diwujudkan bersama.
Menurut Kementerian Sosial RI dalam lima tahun ke depan ditargetkan penyandang disabilitas Indonesia terbebas dari berbagai hambatan kehidupan, baik sebagai individu maupun warga negara. Kementerian Sosial sebagai leading sector penanganan penyandang disabilitas telah menyiapkan kebijakan dan program pemberdayaan. Memang, sudah saatnya warga negara penyandang disabilitas mendapat perhatian yang lebih besar dan hak. Saatnya dunia disabilitas Indonesia bangkit.
Esensi:
Harapan saya, mari menumbuhkan sikap kepedulian kita terhadap kaum disabilitas. Mengajak kepada semua lapisan masyarakat untuk mengenal dan mempedulikan mereka, memahami apa yang mereka rasakan serta menghilangkan segala bentuk diskriminasi terhadap mereka. Karena kita dan mereka sama-sama ciptaan tuhan, namun kita hanya sedikit lebih beruntung dari mereka. Hidup ini bukan hanya sekedar bangun, kemudian sarapan dan berangkat beraktifitas, setelah itu tidur kembali. Tetapi kita juga harus memikirkan dan membantu saudara-saudari kita yang sedang mengalami kesulitan serta membutuhkan bantuan kita (hablum minannas). Seperti sabda dari Rosulullah Muhammad SAW, “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain”. Dalam hidup bukan soal menjadi yang terbaik ataukah menjadi yang terburuk. Yang penting adalah bagaimana kita melakukan hal terbaik bagi sesama tanpa harus memandang siapa, agama, dan bagaimana mereka. Serta sebisa dan sekuatnya kita menghindari hal terburuk, walau terkadang setelah kesudahan yang buruk ada hikmah emas yang tercantum di dalamnya.

Faisal Ahmad Fani (Ketua Umum Pemuda Peduli Dhuafa Gresik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar