Media Informasi Pemuda Peduli Dhuafa Gresik (PPDG) || Website: www.pemudapedulidhuafa.org || Facebook: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Twitter: @PPD_Gresik || Instagram: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Email: ppd.gresik@gmail.com || Contact Person: 0838-3199-1684 || Nomor Rekening: 0335202554 BNI a.n. Ihtami Putri Haritani || Konfirmasi Donasi di nomor telepon: 0857-3068-6830 || #SemangatBerkarya #PPDGresik

Rabu, 23 April 2014

Predator Pedofilia Itu Pernah Mengajar di JIS

Sungguh mengerikan,  dan memprihatinkan. FBI merilis penjahat seksual  terkejam yang bernama
William James Vahey.  Profesi sebagai guru sejak tahun 1972 memudahkan aksinya dalam memperdaya
korban yang merupakan murid-muridnya.  Pedofilia yang mati bunuh diri pada bulan Maret 2014 ini,
selain pernah mengajar di berbagai sekolah di London, Saudi Arabia, Iran, Spanyol, ternyata juga pernah
menjadi pengajar di Jakarta International School (JIS) selama 10 tahun sejak tahun 1992-2002.

Vahey mengajar  Geografi, sejarah dan Ilmu Pengetahuan Sosial  di 10 sekolah di berbagai negara, selain
juga melatih bola basket dan menjadi guru pendamping saat sekolah mnegadakan acara darmawisata.
Menurut  pengakuannya, saat pergi mendampingi muridnya, aksi pencabulan di lakukan, dengan
memberikan obat tidur terlebih dahulu. Paling tidak 90 anak sudah pernah menjadi korbannya.

Melihat rekam jejak kejahatan Valey, sangat masuk akal jika tindakan pelecehan seksual yang baru-baru
ini terungkap di JIS, bukan barang baru lagi. Bisa jadi pelecehan seksual sudah lama terjadi di lingkungan JIS. Kebetulan saja  baru  bulan lalu ada korban yang berani mengungkapkannya.
Saya semakin nyakin ketika tadi malam melihat acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne , ibu korban menceritakan  kalau di JIS   ada korban pelecehan seksual beberapa tahun sebelumnya. Ibu korban mendapatkan cerita ini  dari suaminya yang mendapat informasi  dari ibu korban pelecehan.
Menurut saya, kemungkinan  besar pelecehan seksual  sudah lama diketahui oleh petinggi JIS tetapi tidak ada  tindakan  yang tegas untuk mengatasi hal tersebut. Bisa jadi korban-korban (dahulu)   diminta untuk diam dan  diselesaikan secara kekeluargaan.  Apalagi ketika ibu korban, tadi malam sempat menceritakan ketika ada pertemuan  dengan pihak JIS, ada orang  JIS sempat bicara,  kira-kira seperti ini “ wajah korban dan ibu sudah tersebar di media massa, gimana nanti  kalau kembali ke sekolah, gimana kalau di ejek teman-temannya” . Apa yang disampaikan orang  JIS  tersebut  bisa dimaknai dengan intimidasi untuk menyurutkan langkah ibu korban mencari keadilan.

Dugaan saya, para tersangka pelecehan seksual di JIS bisa jadi pernah menjadi korban pelecehan yang sama , entah  ketika masih anak-anak atau saat sudah dewasa memergoki aksi pelecehan tersebut. Dari berbagai informasi, perilaku pedofilia biasanya di picu oleh keinginan untuk balas dendam karena pernah  diperlakukan hal yang sama saat kecil. Dan persis, menurut pengakuan Valey, saat kecil dia pernah menjadi
korban pelecehan seksual. Dan dia membalas sakit hatinya dengan melakukan hal sama kepada anak-anak lain.

FBI melakukan langkah yang tepat, dengan   melakukan penyelidikan dan mencari informasi sebanyak-banyaknya dengan menelusuri kembali rekam jejak Valey saat mengajar di berbagai sekolah.
Identifikasi ini penting untuk mencari korban Valey selama puluhan tahun, sehingga korban bisa mendapatkan pendampingan yang tepat.

Untuk itu penting kiranya ada keterbukaan dari para korban, sehingga tidak ada peluang korban kelak akan menjadi pelaku. Mudah-mudahan tidak ada korban dari JIS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar