Media Informasi Pemuda Peduli Dhuafa Gresik (PPDG) || Website: www.pemudapedulidhuafa.org || Facebook: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Twitter: @PPD_Gresik || Instagram: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Email: ppd.gresik@gmail.com || Contact Person: 0838-3199-1684 || Nomor Rekening: 0335202554 BNI a.n. Ihtami Putri Haritani || Konfirmasi Donasi di nomor telepon: 0857-3068-6830 || #SemangatBerkarya #PPDGresik

Rabu, 30 April 2014

Jangan Biarkan OPM Memisahkan Papua dari NKRI

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan salah satu pondasi utama atas empat pilar berbangsa dan bernegara yang mendasari terbentuknya Negara tercinta ini yaitu Republik Indonesia. Republik Indonesia merupakan sebuah Negara yang terbentuk atas keanearagaman suku bangsa, bahasa, agam, ras, dan etnis golongan yang tersebar dari sabang hingga merauke. Maka sudah menjadi kewajiban bersama sebagai warga Negara untuk berkumpul dan bersatu demi mempertahankan NKRI. Akan tetapi, keanekaragaman tersebut berpengaruh terhadap potensi timbulnya konflik sosial yang bernuansa SARA yang berdampak pada disintegrasi bangsa. Disintegrasi merupakan gerakan pemisahan diri dari Negara akibat ketidak puasan yang didasari oleh perlakuan pemerintah terhadap wilayah atau kelompok minoritas,seperti masalah otonomi daerah, keadilan sosial, keseimbangan pembangunan, pemerataan dan sebagainya. Permasalahan ini sangat kompleks akibat akumulasi permasalahan Ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan yang saling tumpang tindih, apabila tidak cepat dilakukan tindakan preventif untuk menanggulangi sampai pada akar permasalahannya maka akan menjadi problem yang berkepanjangan seperti halnya gerakan separatism di Papua.
Gerakan separatis tersebut ditandai dengan munculnya sebuah organisasi yang menamakan diri sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM). Organisasi tersebut terus melakukan upaya untuk memisahkan Papua dari NKRI dengan melakukan aksi teror bersenjata terhadap pemerintah, TNI/Polri maupun masyarakat sipil dan pribumi.Hal ini lah yang justru menyebabkan penyelesaian kasus separatisme di Papua dan Papua Barat secara simultan dan intensif terus dilakukan pemerintah dengan menitikberatkan pada upaya peningkatan kondisi keamanan dan ketertiban yang melibatkan TNI/Polri yang kemudian dimanfaatkan oleh OPM untuk memancing TNI/Polri di Papua melakukan tindakan yang melanggar HAM yang notabene dikondisikan oleh OPM sendiri untuk membentuk opini di masyarakat Papua dan dunia agar mendapat simpati dan sokongan dana serta meningkatkan eksistensinya.
Salah satu faktor lainnya yang dimanfaatkan oleh OPM untuk memisahkan Papua dari NKRI adalah terjadinya ekploitasi sumber daya alam di tanah Papua yang terus berlangsung akan tetapi kondisi masyarakat Papua tetap terabaikan bahkan terlupakan sehingga membuat mereka berada pada posisi yang sangat memprihatinkan. Penduduk asli Papua termarginalisasi atas ketidakadilan dalam menikmati hasil buminya dibandingkan dengan penduduk pendatang. Padahal jika kita melihat faktor tersebut, ekploitasi sumber daya yang dilakukan pemerintah bertujuan untuk mensejahterakan seluruh rakyatnya. Pembangunan dilakukan disetiap sudut kota Indonesia.
Mungkin akan timbul pertanyaan kembali bagi mereka mengapa pembangunan di Papua hanya terpusatkan di kota bagaimana dengan sudut-sudut daerah pedesaan yang masih terisolasi dari pembangunan tersebut ? seharusnya masyarakat tersebut dapat berfkir bagaimana pembangunan bisa dilaksanakan jika masih sering terjadi baku tembak atas ulah teror dari kelompok OPM, hal ini tentunya mengganggu keamanan dan ketertiban dalam proses pembangunan sehingga jika kita bersama-sama ingin membangun tanah Papua seharusnya secara tidak segan-segan menumpas kelompok yang ter-insurgensi ini.
Guna mengantisipasi segala kegiatan separatisme ataupun kegiatan yang berdampak disintegrasi bangsa, perlu adanya penanaman pola pikir untuk membangun dan menghidupkan komitmen, kesadaran serta kehendak bersatu sesuai dengan semboyan Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh agar bersama-sama kita menjadikan Papua terbebas dari gerakan separatis. Disamping itu, sebagai rakyat Indonesia kita juga sebaiknya melakukan aksi kongkrit yang komprehensif dan melibatkan seluruh komponen terkait dengan cara mengoptimalkan kearifan budaya lokal yaitu bagaimana kita semua menyelesaikan masalah Papua dengan cara Papua dalam rangka menegaskan kembali bahwa Papua memang bagian dari NKRI yang tidak terpisahkan, karena sesungguhnya kita semua tidak ingin melihat saudara kita di Papua menderita, namun kita lebih tidak ingin berpisah dari saudara kita karena itu akan menciderai rasa persatuan dan senasib kita. Untuk itu secara bersama-sama kita selesaikan masalah bangsa ini dengan cara bangsa dan oleh bangsa kita sendiri, kita selesaikan masalah papua dengan cara papua dengan satu tujuan agar Papua sejahtera dalam pangkuan NKRI tanpa campur tangan orang lain yang hanya ingin membuat kekacauan di negeri kita agar negara kita tidak maju-maju dan bahkan berpotensi untuk hancur tercerai berai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar