Media Informasi Pemuda Peduli Dhuafa Gresik (PPDG) || Website: www.pemudapedulidhuafa.org || Facebook: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Twitter: @PPD_Gresik || Instagram: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Email: ppd.gresik@gmail.com || Contact Person: 0838-3199-1684 || Nomor Rekening: 0335202554 BNI a.n. Ihtami Putri Haritani || Konfirmasi Donasi di nomor telepon: 0857-3068-6830 || #SemangatBerkarya #PPDGresik

Minggu, 24 November 2013

Dengan Biola, W.R. Soepratman Bawakan Indonesia Raya


W.R. Soepratman adalah pencipta lagu Indonesia Raya. Ia membawakan lagu itu saat berlangsung Kongres Pemuda II di gedung Indonesische Clibgebouw, Kramat Raya 106, Menteng, Jakarta, pada Ahad, 28 Oktober 1928. Namun, penggesek biola ini hanya memainkan melodinya saja, tanpa syairnya.  W.R. Soepratman dikenal sebagai wartawan yang suka bermain musik dan ngobrol dengan para pemuda di Markas Perhimpunan Pemuda Pelajar Indonesia di gedung Indonesische Clibgeboiw. Pemuda langsing ini menenteng biola sambil menyodorkan secarik kertas berisi syair lagu yang digubahnya kepada sang Ketua Sidang Soegondo Djojopoespito. (Baca: Siapa W.R Soepratman?) Melihat judul Indonesia Raya, Soegondo segera melirik polisi Belanda yang serius mengamati jalannya Kongres. Jeda sidang, Soegondo menyetujui W.R. Supratman membawakan karyanya. Tapi syaratnya, tanpa syair.  Alasannya, dalam syair Indonesia Raya terdapat banyak kata Indonesia dan merdeka. Kata-kata yang membuat khawatir akan menimbulkan masalah pada Kongres.
Akhirnya sidang ditutup pukul 22.00 lewat. Pemuda W.R. Soepratman maju ke depan. Ia membungkukkan badan, mulai memainkan biola. Indonesia Raya tanpa syair berkumandang. Tepuk tangan panjang mengiringi akhir lagu yang kini dikenal sebagai lagu kebangsaan Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar