Media Informasi Pemuda Peduli Dhuafa Gresik (PPDG) || Website: www.pemudapedulidhuafa.org || Facebook: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Twitter: @PPD_Gresik || Instagram: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Email: ppd.gresik@gmail.com || Contact Person: 0838-3199-1684 || Nomor Rekening: 0335202554 BNI a.n. Ihtami Putri Haritani || Konfirmasi Donasi di nomor telepon: 0857-3068-6830 || #SemangatBerkarya #PPDGresik

Sabtu, 28 Juni 2014

Ramadhan Merajut Ukhuwah Islamiah

Ada yang tidak berubah saat datangnya bulan Ramadhan.Khususnya di Indonesia kita akan selalu dihadapkan pada kenyataan bahwa terdapat perbedaan pendapat mengenai akhir bulan Sya’ban dan awal bulan Ramadhan.Perbedaan ini utamanya mengenai metode yang digunakan didalam menentukan awal puasa.Pemerintah menggunakan metode Rukyat yaitu mengamati kenampaan dari hilal.Dilain pihak Muhammadiyah menggunakan metode Hisab yang menggunakan perhitungan matematis.Karena perbedaan kedua metode inilah maka seringkali kita mengalami perbedaan awal puasa dan hari raya idul fitri.
Tetapi yang patut diapresiasi adalah sikap yang ditunjukkan oleh para petinggi ormas Islam dan pemerintah yang membuat perbedaan itu sebagai sebuah rahmat dan tidak perlu untuk di jadikan alasan untuk saling menyalahkan. Dan nilai-nilai persaudaraan yang telah diperlihatkan oleh tokoh-tokoh Islam saat dilangsungkannya sidang isbat tadi malam paling tidak telah memberi angin segar tumbuhnya nilai-nilai persaudaraan didalam Islam khususnya di Indonesia.Dan sebagai Negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam , maka dengan menjaga Ukhuwah Islamiah dalam Negara ini secara tidak langsung telah berupaya untuk menjaga semangat persatuan dan kesatuan bangsa.
Dalam banyak kesempatan pernah digulirkan harapan untuk menyatukan penentuan awal Ramadhan.Harapan yang akan membuat pelaksanaan puasa dan hari raya berlangsung secara bersamaan.Namun hal itu sebenarnya bukanlah hal yang penting utamanya dalam mewujudkan konsepsi Ukhuwah Islamiah.Hal yang penting sebenarnya adalah bagaimana kita menyikapi perbedaan itu dengan bijaksana tanpa harus menyalahkan atau merasa paling benar.Karena hal yang menakjubkan dari Ukhuwah Islamiah itu bukan saat Umat Islam bersatu karena persamaan tetapi Umat Islam bersatu dengan perbedaan.Dan di Indonesia hal ini adalah sebuah keunikan tersendiri yang walaupun pada hari ini konsep itu perlahan tetapi pasti mulai terkikis.
Dalam kehidupan yang lebih luas kita melihat bagaimana perbedaan dalam Islam telah membuat terjadinya banyak perselisihan.Sunni melawan Syiah adalah salah satu contohnya.Perbedaan antara keduanya telah menjadikan Negara timur tengah yang merupakan basis utama agama islam menjadi terpecah belah.Konflik demi konflik semakin membesar yang saya kira sangat berbahaya bagi keberlngsungan kehidupan beragama Islam.Parahnya konflik sektarian itu selalu ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan politik yang mengarah pada perebutan kekuasaan.
Di Indonesia ,konflik sektarian utamanya yang mengangkat isu Suni-Syiah pernah terjadi di daerah Jawa Timur yaitu kawasan Sampang , Pasuruan dan Jember.Hal ini tentu menjadi sebuah keprihatinan karena hal ini terjadi di Jawa Timur dimana daerah ini merupakan basis ormas Nahdatul Ulama yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dalam beragama.Pertanyaan besar akan muncul ,”Di daerah yang dihuni oleh pengikut-pengikut ormas yang toleran saja terjadi perselisihan terus bagaimana dengan daerah lainnya?”
Baginda Nabi pernah bersabda dalam sebuah hadis yang mengingatkan umat akan perpecahan yang terjadi di dalam tubuh Islam dimana dalam perpecahan itu hanya satu golongan yang masuk surga yaitu golongan “Jamaah”.Untuk sementara kita berselisih tentang siapa sebenarnya golongan Jamaah tersebut.Masing-masing pihak kemudian membuat klaim atas golongan tersebut.Dan seperti yang sudah-sudah , karena merasa paling benar maka kemudian dengan sangat berani menyebut golongan yang tidak sepaham dengan sebutan golongan sesat , kafir dsb.Padahal konteks dan keprihatinan yang mungkin ingin disampaikan oleh Baginda Nabi adalah perpecahan itu sendiri.Karena bagaimanapun musuh terbesar umat Islam adalah perpecahan di tubuh Islam itu sendiri.
Karenanya boleh jadi golongan yang dimaksudkan Baginda Nabi adalah golongan-golongan yang tidak mau berpecah belah salah satu contohnya adalah seperti halnya apa yang telah dilakukan oleh tokoh-tokoh Islam tadi malam.Wallahualam.
Semoga Ramadhan kali ini memberi berkah dan mengokohkan semangat Ukhuwah Islamiah utamanya di Republik tercinta kita ini.
Marhaban ya Ramadhan…Selamat menunaikan ibadah puasa bagi semua saudara saya sesama Muslim….  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar