Media Informasi Pemuda Peduli Dhuafa Gresik (PPDG) || Website: www.pemudapedulidhuafa.org || Facebook: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Twitter: @PPD_Gresik || Instagram: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Email: ppd.gresik@gmail.com || Contact Person: 0838-3199-1684 || Nomor Rekening: 0335202554 BNI a.n. Ihtami Putri Haritani || Konfirmasi Donasi di nomor telepon: 0857-3068-6830 || #SemangatBerkarya #PPDGresik

Sabtu, 28 Juni 2014

Ramadhan: Bulan Penuh Berkah (Sebuah Refleksi)

Setelah melewati Bulan Rajab dan Sya’ban, penanggalan bulan menurut kalender Hijriyah. Bulan Rajab dan Sya’ban adalah bulan yang di dalamnya mengandung keberkahan. Kini umat Muslim akan menyambut Bulan yang di dalamnya terdapat berbagai keistimewaan yang luar biasa dibanding dengan bulan-bulan lainnya. Lebih tepatnya umat muslim akan berpuasa selama satu bulan penuh. dengan menahan seluruh yang dilarang-Nya, dan mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya. Janji pahala yang berlipat didalamnya ketika seseorang mengerjakan banyak kebaikan. Dan akan bernilai pahala jika semuanya diniatkan untuk semata-mata menggapai ridha Allah swt.
Dalam dunia ke-pesantrenan, seluruh kegiatan yang ada pada bulan Ramdhan tidak asing lagi akan diisi dan dipenuhi dengan berbagai pengajian kitab kuning(Kutubutturats). Kitab Kuning, hanyalah sebuah istilah, pada hakikatnya kitab kuningadalah kitab-kitab karangan Ulama-ulama klasik (salafushaalih) yang sampai sekarang masih digunakan di pesantren-pesantren. Pengajian kitab ini bisa dibilang seharian penuh. dari kitab-kitab yang menguraikan penjelasan panjang lebar, sampai dengan kitab-kitab yang ringkas.
Uforia ini jelas dibarengi semangat para santri untuk menggali kitab-kitab yang akan di pelajarinya.  Ini diantaranya keistimewaan bulan Ramdhan yang terjadi di pesantren. Rasanya sebagai pembelajar yang selalu haus akan ilmu-ilmu keagamaan. rutinitas ini nyaris tidak terasa capek atau pun kelelahan. karena semuanya diniatkan lillahi ta’ala,hanya untuk menggapai ridha  Allah semata.
Berbeda dengan masyarakat muslim keseharian. Dunia santri dengan rutinitas pengajiannya, sedangkan masyarakat muslim keberkahan tersebut bisa dirasakan pada saat ingin berbuka puasa. Banyak dari para pedagang-pedagang yang menjajakan makanan-makanan untuk berbuka puasa (Ta’jil) yang mendapatkan keberkahan dari Ramadhan. makanan ta’jil terkadang selalu menarik untuk menu buka puasa, dan ini yang selalu dicari oleh konsumen untuk berbuka puasa. Alhasil, tempat-tempat yang biasanya menjajakan makanan ta’jil untuk berbuka selalu padat dan ramai di banjiri oleh masyrakat.
Walau demikian, semoga keseharian yang dilakukan masyarakat tersebut tidak meninggalkan esensi dari bulan ramdhan itu sendiri, yaitu meningkatkan kadar keimanan, ketakwaan, karena ramdhan adalah bulan pembakaran, yakni pembakaran teruntuk dosa-dosa yang telah diperbuat sebelumnya. seperti yang diungkapkan sebuah Hadits Nabi saw.
من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
barang siapa berpuasa Ramdhan, dengan kondisi keimanan dan hanya mengharapkan pahala Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar