Media Informasi Pemuda Peduli Dhuafa Gresik (PPDG) || Website: www.pemudapedulidhuafa.org || Facebook: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Twitter: @PPD_Gresik || Instagram: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Email: ppd.gresik@gmail.com || Contact Person: 0838-3199-1684 || Nomor Rekening: 0335202554 BNI a.n. Ihtami Putri Haritani || Konfirmasi Donasi di nomor telepon: 0857-3068-6830 || #SemangatBerkarya #PPDGresik

Sabtu, 07 Juni 2014

“Jual Ginjal” Solusi Absurd Pertaruhan Politik Sampai Tiket Konser

Dalam benak Chandra Saputra mungkin dulu tidak pernah terlintas saat mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di daerahnya, Pekalongan Jawa Tengah, akan berakhir dramatis. Mahalnya biaya politik kini terus menghantui kehidupannya. Uang yang dipinjamnya dari rentenir mencapai Rp.420 juta kini hilang sia-sia. Hingga Chandra Saputra pun lari ke Jakarta dengan niat “menjual ginjal” demi bisa menutupi hutangnya itu.
Banyak cerita pahit menghantarkan penulis pada sebuah kenyataan, mengapa manusia sebegitu mudahnya hendak menjual “organ tubuhnya” terutama ginjal demi kepentingan ekonomi finansial ?
Yang bikin geleng-geleng kepala, kemarin ada tweet kurang lebih bunyinya “Mau nonton One Direction, gak punya duit, siapa mau ginjal saya ? “….
Kali ini saya mengajak pembaca untuk intip kegiatan “jual beli ginjal” di media sosial, terutama Facebook dan Twitter. Hal ini penting saya sampaikan, untuk memperkuat alasan saya mengapa “jual Ginjal” adalah permasalahan baru dan bukan lagi menjadi solusi untuk keluar dari jeratan lingkaran setan ekonomi kita.
Kabarnya , satu ginjal manusia dihargai mahal. Dari belasan juta hingga ada tawaran mencapai 2,1 Milyar Rupiah per ginjal. Tapi tidak semudah yang dibayangkan. Karena pendonor harus dalam keadaan sehat dan menjalani serangkaian prosedur test kesehatan. Bukan hal yang mudah, karena menurut beberapa informasi , walaupun pendonor tidak merokok, tidak minum alkohol dan tidak pernah terdeteksi penyakit-penyakit berat, belum tentu ginjalnya cocok buat penerima yang sudah atau akan membayar ginjal pendonor. Ini masih untung-untungan, kata beberapa dokter yang pernah saya tanya. Bahkan maut selalu mengintai buat para pendonor ginjal yang notabene keadaan ginjalnya hanya ada 1 dalam tubuhnya.
Lingkaran setan “Jual Beli Ginjal” hampir mirip dengan lingkaran setan perekonomian. Ada penawaran, ada kondisi kebutuhan meningkat, ada kenaikan harga dan kembali lagi manusia-manusia pelaku jual beli ginjal hanyalah pelaku peradaban ekonomi yang sempit dan kondisional.
Meneropong lebih dalam dengan membaca broadcast yang dipasang para penjual ginjal itu membuat hati miris. Dan beberapa penjual ginjal itu rata-rata berkisar di usia 20 tahun hingga 37 Tahun. Artinya itu adalah usia produktif. Dimana mereka masih bisa memberi makna dalam kehidupan dengan bekerja dan mencari rezeki tanpa harus menjual salah satu ginjal mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar