Media Informasi Pemuda Peduli Dhuafa Gresik (PPDG) || Website: www.pemudapedulidhuafa.org || Facebook: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Twitter: @PPD_Gresik || Instagram: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Email: ppd.gresik@gmail.com || Contact Person: 0838-3199-1684 || Nomor Rekening: 0335202554 BNI a.n. Ihtami Putri Haritani || Konfirmasi Donasi di nomor telepon: 0857-3068-6830 || #SemangatBerkarya #PPDGresik

Rabu, 25 Juni 2014

Pilih Presiden Yang Pandai Berfilsafat

Pemilihan Presiden merupakan hajatan terbesar negara di Indonesia. Banyak dana yang dikeluarkan negara untuk pesta demokrasi ini. Tak hanya itu, pohon-pohon dan tembok-tembok yang ada dipinggir jalan, serta papan reklame ramai berhiaskan foto-foto  para calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres).
Sebagai warga negara yang baik, Diwajibkan bagi kita untuk menggunakan hak pilih kita dalam pemilihan umum (pemilu) dalam pemilihan presiden dan wakil presiden. Namun, dalam pemilihan umum nanti, dianjurkan bagi kita untuk memilih calon presiden dan wakil presiden secara bijaksana. Bukan dilihat dari seberapa banyak sembako dan yang dibagikan, namun lihatlah dari segi ketegasan, kebijaksanaan dalam menyikapi sesuatu, kepemimpinan, serta komitmen yang dimiliki. Tak lupa, kejujuran, kebersihan hati dan perilakunya.
Selain itu, bila dilihat dari kriteria-kriteria presiden yang cocok untuk memimpin bangsa kita Indonesia. Sebaiknya presiden juga harus pandai berfilsafat. Sehingga nantinya dalam kepemimpinan tak terpacu kepada satu pandangan atau aliran saja. Dalam filsafat ada banyak aliran-aliran filsafat. Misalkan saja, aliran idealisme, kritisisme, rasionalisme, empirisme, dll.
Dengan mengerti dan memahami filsafat, seseorang dapat berfikir secara bijaksana, mau menerima perubahan, mampu mendapatkan pemecahan dan solusi dari suatu masalah, dan berfikir secara kritis. Sebagaimana yang dikatakan oleh para filsuf zaman awal kemunculannya, filsafat adalah mencari dan berusaha mencintai kebijaksanaan atau pengetahuan. Kita mengerti bahwa seseorang mungkin memiliki pengetahuan yang banyak, akan tetapi tetap dianggap orang bodoh yang berilmu. Dalam zaman kita yang penuh dengan kekalutan, kegalauan kemanusiaan (dehumanisasi) dan ketidakpastian nilai (value), kita memerlukan ilmu pengarahan (sense of direction) dan polisi nilai. Kebijaksanaan akan memberi kita kemampuan tersebut.
Filsafat adalah soal nilai-nilai atau prinsip-prinsip dasar dalam kehidupan. Kebijaksanaan adalah sebuah upaya menghadirkan satu pandangan yang utuh (holistic) dan komprehensif akan berbagai hal dalam kehidupan kita secara mendasar dan mendalam. Filsafat mengarahkan kita untuk menjadikan ilmu, pengetahuan, dan teknologi selalu terikat nilai, tidak bebas nilai (value free) dan berjalan tanpa payung nilai.
Sehingga jika presiden ataupun wakil presiden yang terpilih nanti memiliki jiwa berfilsafat, akan menjadi baik dalam menyelesaikan problematika-problematika masyarakat di tanah air tercinta ini, tanah air Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar