Media Informasi Pemuda Peduli Dhuafa Gresik (PPDG) || Website: www.pemudapedulidhuafa.org || Facebook: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Twitter: @PPD_Gresik || Instagram: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Email: ppd.gresik@gmail.com || Contact Person: 0838-3199-1684 || Nomor Rekening: 0335202554 BNI a.n. Ihtami Putri Haritani || Konfirmasi Donasi di nomor telepon: 0857-3068-6830 || #SemangatBerkarya #PPDGresik

Rabu, 11 Juni 2014

Perbedaan Bukanlah Hal yang Menghancurkan Kita

Sedih, baca berita tentang penyerangan jemaat katolik yang sedang beribadah di Sleman, Yogyakarta. Delapan orang mengenakan penutup kepala tiba-tiba datang menyerang salah satu rumah ibadah yang saat itu sedang diadakan kegiatan ibadah Rosario. Bahkan jumlah mereka menjadi 15 orang setelah sholat dzuhur. Mereka melakukan pengrusakan tempat ibadah itu dan melakukan penganiayaan dengan melempari batu, pot bunga, besi, dan benda-benda keras lain, hingga beberapa jemaat terluka. Bukankah ini suatu tindakan yang tak bermoral?
Setelah ditelusuri ternyata ini hanya karena gara-gara tempat ibadah itu tidak mendapatkan izin penggunaan sebagai tempat ibadah dari pemerintah setempat. Pernah disegel, namun masih tetap digunakan untuk beribadah oleh umat khatolik di sana, dan bahkan rumah di dekat gereja itu sering digunakan sebagai tempat beribadah. Motif inilah yang membuat para pelaku penyerangan ini melakukan tindakan penganiayaan dan pengrusakkan.
Aneh, iya aneh, orang-orang ini (pelaku penyerangan) aneh. Apa yang salah dengan jemaat itu sehingga mereka menyerang dan menganiaya?  Apa yang salah jika mereka melakukan ibadah di rumah? Apakah kita tidak boleh beribadah di rumah? Cobalah berpikir jernih, umat islam saja sering melakukan ibadah di rumah. Kita umat muslim (saya muslim, tapi saya benci muslim yang menindas umat lain) sering melakukan pengajian, doa bersama, hajatan, dan lain-lain di rumah. Bahkan kita sering mengadakan pengajian dengan menggunakan pengeras suara (TOA) yang begitu kencang dan berisik. Bukankah itu mengganggu tetangga kita yang non muslim? Bahkan itu mengganggu tetangga muslim juga.
Pernah saya hadir dalam acara pengajian di rumah teman, dan saya tidak tahan dengan suara pengeras suara yang digunakan. Benar-benar melengking di telinga saya, super berisik pokoknya. Dan akhirnya saya keluar begitu saja dan mencari tempat yang agak jauh dari pengeras suara, padahal acara belum selesai. Saya sebagai umat muslim saja merasa tidak nyaman dengan pengeras-pengeras suara yang digunakan di masjid-masjid maupun di acara-acara pengajian, apalagi umat non muslim. Bukan berati saya tidak setuju dengan adanya dan penggunaan pengeras suara itu, tetapi maksud saya janganlah berlebihan. Sebagai umat muslim yang baik dan taat, seharusnya kita tahu bahwa islam mengajarkan untuk toleransi dan menghormati pemeluk agama lain. Jangan malah membuat kesan bahwa umat muslim maunya menang sendiri, mentamg-mentang mayoritas. Ajaran islam itu indah dan harmonis, bukan anarki dan egois.
Baiklah kembali ke pokok permasalahan, tidak ada yang salah dengan melakukan ibadah di rumah. Tidak ada yang salah melakukan ibadah di manapun. Jika memang tempat ibadah itu tidak mendapatkan izin lalu digunakan untuk beribadah, apakah membuat umat lain merugi? Apakah ini membisingkan telinga-telinga kita? Dan apakah penyelesaian suatu masalah harus selalu dengan tindakan anarki?
Saya heran dengan bangsa ini, selalu menyelesaikan masalah dengan tindakan anarki. Apakah ini memang menjadi indikator bahwa bangsa ini sebenarnya bangsa yang belum beradab? Pikiran cetek, mudah dihasut, dan diprovokasi adalah ciri manusia-manusia bangsa ini, ya bangsa Indonesia. Dimana keramah tamahanmu? Dimana sopan santumu? Dimana rasa toleranmu?
Anehnya lagi, kenapa setiap tindakan semacam ini selalu membawa nama agama. Bukankah ini justru menodai ajaran agama itu sendiri? Saya pikir tidak ada ajaran suatu agama yang mengajarkan penindasan terhadap agama lain. Semua agama mengajarkan kerukunan, toleransi, saling menghargai, dan menghormati.
Lalu mengapa di Indonesia masih sering terjadi penindasan terhadap suatu umat beragama. Sebut sajalah islam, eh maaf, bukan islam, tapi umat islam. Sering jamaah (sebutan kelompok-kelompok islam) tertentu melakukan tindakan anarki terhadap umat non muslim. Entah karena ingin jihad atau alasan lain yang menurut saya itu tidak wajar mereka melakukan intimidasi terhadap umat lain.
Orang yang paham betul akan agama tentu tidak akan melakukan tindakan yang merugikan umat lain. Ini berarti bahwa orang-orang yang melakukan intimidasi dan kekerasan terhadap umat lain itu adalah orang-orang yang bodoh, tidak paham dengan ajaran agama mereka sendiri. Sebab hanya orang bodoh lah yang mudah terhasut dan terprovokasi.
Perbedaan bukanlah hal yang membuat kita runtuh dan terpecah belah. Perbedaan adalah hal yang menyatukan kita dalam keunikan dan keharmonisan akan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Menghargai perbedaan berarti memahami arti penting perdamaian dan cinta kasih sesama manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar