Media Informasi Pemuda Peduli Dhuafa Gresik (PPDG) || Website: www.pemudapedulidhuafa.org || Facebook: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Twitter: @PPD_Gresik || Instagram: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Email: ppd.gresik@gmail.com || Contact Person: 0838-3199-1684 || Nomor Rekening: 0335202554 BNI a.n. Ihtami Putri Haritani || Konfirmasi Donasi di nomor telepon: 0857-3068-6830 || #SemangatBerkarya #PPDGresik

Rabu, 18 Juni 2014

Peran Lembaga Pendidikan dan Pemberantasan Korupsi

Lembaga pendidikan adalah ujung tombak pembangunan sebuah bangsa. Semua orang percaya bahwa melalui pendidikan kecerdasan sumberdaya manusia dapat ditingkatkan. Sudah banyak bukti hasil pendidikan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di negeri ini. Hal ini dapat kita lihat dari kemajuan pembangunan terutama infrastruktur. Namun demikian ternyata lembaga pendidikan kita telah gagal membentuk karakter masyarakat bangsa ini. Sikap koruptif, manipulatif dan sifat-sifat destruktif masih menjadi kendala utama pembangunan negeri ini.
Kekayaan sumberdaya alam yang melimpah ternyata tidak bisa dinikmati oleh semua masyarakat bangsa ini secara merata. Hanya segelintir orang terutama pemegang kekuasaan dan pemilik modal yang berkuasa di negeri ini. Sedangkan mayoritas masyarakat berada dalam garis kemiskinan dengan akses kemakmuran hasil pembangunan sangat minim. Itu sebabnya jumlah penduduk yang mencapai 250 juta jiwa ini tidak lebih dari 20 persen yang hidup dengan standar kehidupan yang dikatakan layak. Justru sebaliknya, rakyat kecil menjadi sapi perah yang diperbudak oleh pemerintah dengan penarikan pajak yang tidak dikelola secara maksimal. Masyarakat kecil juga sering diperas dengan pelayanan publik yang sangat buruk. Selain membutuhkan waktu yang cukup lama, pelayanan publik di negeri ini masih menguntungkan pemiliki modal karena sering tidak terjangkau oleh rakyat berekonomi lemah.
kenyataan di atas tentu sangat memprihatinkan. Hal ini tentu disebabkan oleh kesalahan orientasi dalam pendidikan. Pendidikan harusnya tidak sekedar mengajarkan dalam hal kemampuan intelektual, tetapi juga aspek emosional. Yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan kepribadian yang berupa kejujuran, kedisiplinan dan loyalitas terhadap negara ini. Pendidikan haruslah mencetak peserta didik yang tekun, jujur, disiplin dan pekerja keras. Bukan sekedar sebagai manusia yang cerdas semata tanpa memiliki sikap kepribadian yang dapat menunjang pelayanan yang baik kepada masyarakatnya. Orientasi pendidikan yang menanamkan nilai-nilai kejujuran dan kedisiplinan ini sudah bukan hal yang bisa ditawar-tawar lagi mengingat bangsa ini dalam kondisi mengkhawatirkan akibat sikap koruptif segelintir masyarakat yang sedang berkuasa di negeri ini.
Jika bangsa ini ingin maju maka perlu adanya perubahan sistem juga mental masyarakat. Seperti yang pernah ditulis oleh calon presiden kita, Joko Widodo, yang menyatakan bahwa dibutuhkan revolusi mental masyarakt bangsa ini. Revolusi mental adalah hal yang paling penting di dalam pembangunan. Dengan revolusi mental saya yakin bangsa ini akan menjadi bangsa yang maju. Sumber-sumber, baik yang berupa sumber daya alam, maupun sumber daya manusia akan dapat kita gunakan secara maksimal untuk membangun bangsa ini.
Namun demikian suatu hal yang perlu disayangkan bahwa lembaga pendidian kita baik dari tingkat menengah maupun perguruan tinggi masih bertumpu pada peningkatan intelektualitas semata. Pendidikan agama, moral, bahkan kewarganegeraan masih dikesampingkan. Mata pelajaran yang sebenarnya menjadi fondasi bagi setiap manusia itu dikesampingkan oleh lembaga pendidikan selama ini. Lebih ironis lagi lembaga pendidikan justru banyak yang memiliki sistem yang tidak transparan, tidak efektif dan tidak sistematis. Korupsi, kolusi, dan birokrasi yang berbelit masih terjadi di lembaga ini. Jika demikian, maka lembaga pendidikan tidak ubahnya seperti lembaga pemerintah lainya yang sering bertindak koruptif dan manipulatif.
Peran lembaga pendidikan harus lebih dimanfaatkan dalam merubah pola pikir. Merubah gaya hidup dan merubah arah pembangunan bangsa yang besar ini. Lembaga pendidikan pun harus menjadi contoh sebagai sebuah lembaga dengan sistem yang lebih baik, efektif dan dinamis. Lembaga pendidikan sebagai cerminan masyarakat terdidik haruslah memiliki sistem pemerintahan yang jujur, sistematis, efisien. Dengan demikian masyarakat akan percaya atas eksistensinya sebagai satu-satunya lembaga yang menjadi tumpuan dalam pembangungan bangsa dan negara ini.Wallahua’lam bishawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar