Media Informasi Pemuda Peduli Dhuafa Gresik (PPDG) || Website: www.pemudapedulidhuafa.org || Facebook: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Twitter: @PPD_Gresik || Instagram: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Email: ppd.gresik@gmail.com || Contact Person: 0838-3199-1684 || Nomor Rekening: 0335202554 BNI a.n. Ihtami Putri Haritani || Konfirmasi Donasi di nomor telepon: 0857-3068-6830 || #SemangatBerkarya #PPDGresik

Minggu, 29 Juni 2014

Hak Asasi Manusia dalam Tarbiyah Ramadhan

Manusia adalah makhluq Allah yang paling mulia dan dimuliakan (al-isra’:70). Allah menundukkan segala sesuatu di alam ini guna memuliakan manusia (al-hajj:65 dan luqman:20). Allah hanya memberi taklif kepada manusia dan jin hanya untuk memuliakan manusia. Bahkan Allah pun memerintahkan jin dan malaikat untuk sujud kepada Adam hanyalah untuk membuktikan kemuliaan manusia di atas makhluk lainnya (al-a’raf;11).
Kemuliaan manusia itulah yang dewasa ini disebut dengan HAM (Hak Asasi Manusia). Organisasi HAM pun didirikan dan dipasok dengan anggaran dana yang besar. Banyak orang telah dituding dan diputuskan bersalah oleh organisasi tersebut. Bahkan banyak presiden dan pejabat Negara berdaulat pun dipenjarakan dengan tuduhan pelanggaran terhadap ATURAN yang dibuat oleh organisasi HAM itu.
Benarkah mereka itu melanggar undang-undang HAM yang dibuat oleh negara-negara Barat ataukah hanya karena sentimen politik dan agama dari orang-orang yang mendirikan organisasi itu?
Kenapa penjajahan Israel terhadap palestina tidak dianggap pelanggaran HAM DAN KEMANUSIAAN? Kenapa dukungan Amerika terhadap penjajahan Israel tersebut tidak dianggap pelanggaran HAM? Kenapa pembantaian muslim di poso beberapa tahun yang lalu tidak di angkat ke mahkamah internasional? Dan Kenapa hanya para pejabat muslim yang selalu dituding dan dipenjaran akibat pelanggaran HAM?
Semua pertanyaan itu seakan menjadi hal yang tabu untuk ditanyakan di berbagai media yang mengusung kebebasan pendapat.
Aturan tentang HAK ASASI MANUSIA yang orisinil dan bebas kepentingan pragmatis (baik individu atau negara tertentu) hanyalah yang ditetapkan oleh pencipta manusia, ALLAH yang diwahyukan kepada nabi Muhammad saw.
Kapan sebuah perbuatan disebut pelanggaran HAM dan tidak, Allah lah yang paling berhak menentukan. Untuk mengetahui aturan Allah itu manusia bisa membuka dan membaca serta memahami Al-qur’an dan hadist yang telah diwahyukan kepada nabi Muhammad.
Bulan ramadhan telah berlalu, puasa wajib telah ditunaikan, tilawah al-quran telah dikhatamkan, shalat tarawih dan qiyamullail telah dirutinkan, sedekah dan zakat juga telah dirampungkan. Namun sudahkan semua aktivitas ramadhan itu direnungkan dan dihayati nilai dan ruhnya?
Di dalam berbagai aktivitas ramadhan itu sungguh telah terkandung nilai-nilai kemanusiaan yang luhur dan agung.

Nilai-nilai Kemanusiaan dalam Tarbiyah Ramadhan

1. Pembedaan yang Kuat Antara Manusia dan Hewan
Dalam struktur organ tubuh yang dimiliki oleh manusia terdapat banyak kesamaan dengan struktur organ tubuh yang dimiliki oleh hewan. Sehingga dunia kedokteran dapat melakukan transplantasi organ tubuh hewan ke dalam tubuh manusia, contoh: organ ginjal babi dapat di tanam ke dalam organ tubuh manusia yang memiliki kerusakan ginjal. Karena kesamaan jaringan antara kedua ginjal manusia dan babi.

Dalam kebiasaan hidup sehari-hari pun manusia memiliki kesamaan dengan hewan, manusia dan hewan sama-sama makan makanan yang sama, selera yang sama. Manusia makan daging, anjing, kucing, harimau, singa dan lainnya juga menyukai makan daging. Manusia makan dedaunan…kambing, kerbau , sapi, rusa dan lainnya juga menyukai makan dedaunan.
Dari hal-hal tersebut di atas, bisa kita katakan bahwa sulit mencari perbedaan antara manusia dan hewan secara fisik dan selera hidup. Lalu kenapa manusia lebih dimuliakan dari pada hewan?
Membedakan manusia dan hewan diantaranya adalah bahwa manusia memiliki aturan makan dan minum serta kegiatan seksual. Sedangkan hewan tidak memiliki aturan makan, aturan minum dan aturan kegiatan seksualnya.
Manusia diwajibkan untuk berpuasa dan menahan diri dari makan, minum dan kegiatan seks di siang hari bulan ramadhan, sementara hewan tidak memiliki aturan tersebut. Sehingga jika ada manusia yang sepanjang tahun terus menerus makan tanpa mentaati aturan puasa ramadhan, itu berarti manusia itu tidak ingin membedakan dirinya dari seekor hewan yang selalu makan sepanjang hari dan sepanjang tahun.

2. Pemeliharaan Ruhiyah
Manusia memiliki dua sisi kehidupan, yaitu kehidupan jasmani dan kehidupan ruhani. Kehidupan jasmani dipelihara dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Sedangkan kehidupan ruhani dipelihara dengan peribadatan yang benar kepada sang pencipta alam semesta, yaitu Allah serta dengan berpikir yang benar tentang kehidupan. Tanpa makanan dan minuman maka kehidupan jasmani akan rusak dan tanpa peribadatan maka kehidupan ruhani manusia pun akan rusak.
Peribadatan adalah sebuah sikap ketundukan terhadap Allah untuk melakukan kegiatan yang menjadi perintahNya. Puasa ramadhan adalah salah satu perintah Allah yang menjadi sebuah kegiatan peribadatan resmi untuk menghidupkan ruhani manusia agar dapat menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya.
Tawuran antar pelajar dari berbagai level adalah bukti rapuhnya ruhiyah dan spiritual mereka. Maraknya kelakuan mesum antar muda mudi adalah bukti terabaikannya hak asasi manusia secara spiritual. Kasus pembunuhan dalam satu keluarga dan satu kampung adalah bukti lain bobroknya nilai spiritual dari dalam diri masyarakat.
BERIBADAH adalah HAK ASASI MANUSIA yang paling mendasar dan sangat penting bagi setiap manusia. Maka dengan beribadah puasa manusia telah memenuhi hak-hak dirinya sebagai manusia. Pemerintah yang melindungi dan memfasilitasi puasa ramadhan bagi warga negara muslim adalah pemerintah yang paham dan melindungi hak asasi warga negaranya dengan baik.
HAK ASASI MANUSIA yang selama ini dipahami oleh dunia internasional hanyalah hak jasmani manusia belaka, mereka lupa bahwa ruhani dan spiritual juga merupakan bagian dari manusia yang tak dapat dipisahkan dari diri manusia itu sendiri. Kebutuhan akan kehidupan spiritual dan ruhani adalah bagian dari HAK ASASI MANUSIA yang tidak boleh dilupakan.
Pemerintah republik indonesia hendaknya selalu siap untuk memfasilitasi kegiatan masyarkat yang dapat menguatkan ruhiyah dan mental mereka. Kegiatan peribadatan hendaknya mendapatkan perlindungan maksimal serta suntikan dana yang besar agar rakyat indonesia menjadi rakyat yang kuat secara fisik dan kuat secara mental spiritualnya.

3. Perlindungan Kesehatan
Kesehatan adalah hal sangat penting bagi manusia. Dengan kesehatan maka manusia mampu menjalani berbagai aktivitas kehidupannya dengan nyaman dan menyenangkan. Nabi saw adalah pelopor kesehatan yang hakiki. Beliau telah mengajarkan banyak hal yang berkaitan dengan kesehatan fisik manusia.
Mengajarkan toharoh dan hidup bersih serta higienis, beliau juga mengajarkan mencuci tangan, mengajarkan menggosok gigi, mengajarkan menyisir rambut, mengajarkan berbekam, memotong kuku, mencukur bulu ketiak dan masih banyak ajaran kesehatan lainnya.
Sementara ibadah puasa termasuk ibadah yang juga berimplikasi kesehatan yang sangat signifikan bagi seseorang. Dengan berpuasa kesehatan pencernaan akan terjaga, jika sakit pencernaan maka puasa pun menjadi solusi obatnya.
Dengan ibadah puasa berat badan yang tidak dibutuhkan pun dapat diturunkan sehingga kembali normal sesuai dengan kebutuhan seseorang.
Kesehatan adalah bagian dari hak asasi manusia yang tidak boleh diabaikan oleh setiap individu maupun oleh sebuah pemerintahan bahkan dunia internasional.
Dengan berpuasa ramadhan atau puasa sunnah lainnya maka seseorang akan merasakan kesehatan. Ini adalah jaminan dari nabi Muhammad saw dan dibenarkan oleh semua pakar medis dan kesehatan dari seluruh dunia.
berjihadlah kalian maka kalian akan memperoleh kekayaan harta benda, berpuasalah kalian maka kalian akan memperoleh kesehatan, dan bersafarlah maka kalian akan memperoleh kepuasan hidup. [HR. Thobroni]
Sebuah pemerintahan yang ingin rakyatnya sehat tidak mungkin mengkampanyekan pemakaian kondom untuk pergaulan bebas muda-mudi. Pemerintah yang mengkampanyekan pemakaian kondom untuk pergaulan seks bebas adalah pemerintahan yang telah melecehkan kehormatan dan hak asasi manusia.

4. Pemanfaatan Waktu Secara Benar
Termasuk hak asasi manusia yang mendasar adalah waktu/masa yang di miliki oleh seorang manusia itun sendiri. Masa kecil adalah masa pertumbuhan dan perkembangan seorang manusia dari segala aspek. Aspek fisik, aspek pengetahuan dan aspek karakter.
Menghalangi seorang anak untuk belajar pengetahuan berarti telah merampas hak asasi dari anak itu. Mempekerjakan seorang anak di usia belajar adalah perbuatan eksploitasi yang merampas hak asasi seorang anak di waktu kecil mereka. Begitu juga membiarkan mereka bermain tanpa pendidikan dan pengajaran nilai-nilai kehidupan termasuk pelanggaran hak asasi manusia yang dimiliki oleh anak tersebut.
Perlindungan hak asasi manusia kepada manusia dapat diwujudkan dengan mengajarkan pemanfaatan waktu secara benar. Bulan ramadhan adalah bulan yang menjadi sarana untuk mengajarkan manusia memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Di ramadhan manusia diajarkan untuk bangun malam sebelum terbit fajar untuk melakukan sahur dengan makan dan minum. Setelah itu disambung dengan sholat subuh dan sunnahnya lalu di sambung dengan berpuasa sepanjang hari hingga terbenamnya matahari.
Tidak berhenti sampai di situ….setelah berbuka puasa dilanjutkan dengan sholat maghrib, isya dan sholat sunnah tarawih serta tilawah. Setelah itu barulah kita beristirahat beberapa saat dan mengulang kegiatan yang sama pada hari berikutnya.
Kegiatan ekonomi kita kita jalankan sambil berpuasa, kegiatan politik kita kita jalankan sambil berpuasa. Kegiatan sosial kita, kita jalankan sambil berpuasa. Seluruh aktivitas kita di bulan ramadhan kita jalankan sambil berpuasa. Ada rasa lapar, rasa haus, lelah dan capek.,,namun kita tidak memungkiri dampak pemanfaatan waktu secara maksimal yang belum tentu dapat kita lakukan di bulan lain. Subhanallah dengan berpuasa kita merasakan waktu yang begitu berharga yang menjadi hak asasi bagi setiap manusia.
Oleh karenanya pemerintah harus terus menjadi pelopor dan penggerak agar masyarkat dapat menggunakan waktu mereka dengan baik dan penuh manfaat. Membatasi segmentasi hiburan di televisi swasta dan pemerintah serta memperbanyak tayangan yang memberi manaat ilmu pengetahuan dan dan pembangunan karakter yang kuat.

5. Pengendalian Selera dan Nafsu
Termasuk hak asasi manusia adalah hidup terhormat di tengah masyarakat. Masyarkat akan menghormati setiap warga yang memiliki pengendalian diri dengan baik. Pengendalian terhadap syahwat dan nafsu serta selera dirinya. Masyarakat akan menghormati seseorang yang mendapatkan makanannya dengan cara yang baik dan halal, akan menghormati setiap orang yang mendapatkan kesenangan seksualnya dengan baik, mendapatkan kekuasaan politiknya dengan baik dan halal.
Namun sebaliknya, masyarakat tidak akan memberi penghormatan kepada seseorang yang mengambil hak orang lain dengan cara-cara kotor dan tidak baik.
Itu semua tergantung pengendalian seseorang akan selera dan nafsu dirinya. Dengan ajaran agama islam seseorang mengerti bagaimana mencari nafkah yang halal, membangun keluarga yang benar, mengalahkan musuhnya dengan terhormat.
Dengan ajaran puasa ramadhan maka seseorang akan memiliki kemampuannya untuk mengendalikan hawa nafsu dan selera pragmatisnya, dengan qiyamullail ramadhan seseorang akan terdidik untuk tidak selalu mengikuti selera dan kepentingan pragmatisnya. Ia akan terdidik untuk berfikir lebih jauh dan futuristic. Ia berpuasa ramadhan dan I’tikaf 10 hari terakhir maka ia mampu mengendalikan dirinya, tidak lupa diri, tidak lupa daratan dan tetap menjaga kehormatan dirinya hingga ajal menjemputnya.
Manusia yang menjaga kehormatan dirinya adalah manusia yang telah mendapatkan hak asasinya sebagai manusia dengan benar. Manusia yang mampu mengendalikan selera dan nafsunya adalah manusia yang telah menggapai hak asasinya sebagai manusia dengan benar.
Begitu juga pemerintah yang tidak membiarkan warganya mengumbar nafsu dan syahwat adalah pemerintah yang telah menjaga dan melindungi hak asasi manusia bagi warganya.

6. Penyetaraan Pria dan Wanita Secara Benar
Penyetaraan pria dan wanita artinya menempatkan pria pada tempatnya dan menempatkan wanita pada tempatnya. Tempat bagi pria dalam hidup ini adalah hal-hal yang telah diatur oleh sang pencipta sebagaimana yang diwahyukan kepada nabi Muhammad saw serta hal-hal yang dapat diterima oleh akal sehat dan naluri manusia. Sedangkan tempat bagi wanita dalam hidup ini adalah hal-hal yang telah diatur oleh sang pencipta sebagaimana yang diwahyukan kepada nabi Muhammad saw serta hal-hal yang dapat diterima oleh akal sehat manusia.
Menempatkan pria di tempat wanita dan menempatkan wanita di tempat pria bukanlah penyetaraan antara pria dan wanita. Jika pria ditempatkan di tempat pria dan wanita ditempatkan di tempat wanita maka keduanya telah berada di tempat yang setara dan seimbang.
Penyetaraan antara pria dan wanita bukanlah menyamakan 100% antara keduanya. Peran keduanya telah diposisikan dengan tepat oleh sang pencipta yang maha tahu tentang manusia. Penyetaraan antara pria dan wanita bukanlah memberikan peran kepada keduanya sesuai dengan selera dan nafsu masing-masing. Penyetaraan antara pria dan wanita bukanlah mengikuti kecenderungan nafsu dan syahwat masing-masing.
Allah swt adalah tuhan yang menciptakan pria dan wanita. Ia telah menempatkan pria dan wanita sesuai dengan spesifikasi yang telah diciptakannya dalam diri manusia itu secara fisik maupun psikis.
Secara umum pria memiliki fisik dan psikis yang lebih tangguh dan kuat dari pada wanita maka pria ditempatkan untuk berperan dalam hidup ini sesuai dengan kapasitas dan spesifikasi tersebut. Tidak ada diskriminasi antara pria dan wanita dari penempatan yang telah ditetapkan oleh sang pencipta, Allah swt.
Kontes waria yang di adakan di negri kita ini adalah salah satu bentuk pelanggaran hak asasi manusia karena tidak menempatkan pria dan wanita pada tempat yang telah di tetapkan oleh sang maha pencipta.
Di dalam bulan ramadhan kita temukan penyetaraan antara pria dan wanita dalam hidup dengan memberikan beban puasa wajib yang sama antara pria dan wanita karena keduanya memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas puasa ramadhan tersebut.
Di bulan ramadhan Allah swt memberikan pahala yang sama dengan tugas yang sama jika pria dan wanita mentaatinya. Di ramadhan Allah swt memberikan keringanan bagi wanita untuk tidak berpuasa ramadhan dengan alasan kewanitaan seperti haid, nifas atau menyusui yang memberatkan. Namun Allah swt memberikan keringanan yang sama bagi pria dan wanita untuk tidak berpuasa ramadhan dengan alasan sakit, gila dan kurang akal.
Di bulan ramadhan nabi saw mencontohkan bagi laki-laki untuk I’tikaf 10 hari terakhir dan tidak menghimbau kepada wanita (walaupun boleh) untuk melakukan I’tikaf akibat kesibukan rumah tangga yang tidak mungkin ditinggalkan oleh seorang ibu rumah tangga. Para istri nabi tidak I’tikaf saat nabi saw masih hidup, mereka baru melakukannya saat nabi saw telah wafat.
Pemerintahan yang bijak adalah pemerintahan yang dapat menempatkan pria dan wanita di tempat yang telah ditetapkan oleh Allah swt.

Penutup
Begitulah tarbiyah ramadhan mengajarkan kita akan hak-hak kemanusiaan yang selama ini kurang dipahami oleh sebagian besar kaum muslimin. Banyak muslimin yang hanya mem-beo terhadap orang-orang non-muslim bahwasanya ajaran Islam tidak ramah dengan manusia, tidak menempatkan manusia dengan benar, melecehkan wanita, memarginalkan wanita dan berujung pada ajakan untuk tidak lagi meyakini 100% akan ajaran Islam yang dianutnya sejak kecil hingga dewasa.Nau’uzubillah min zalik.
Mari kita beristighfar dan memohon ampun kepada Allah swt atas kekerdilan diri kita dalam berpikir, memohon ampun atas kesalahfahaman kita akan syariatnya, memohon ampun atas buruk sangka kita terhadap ajaranNya yang dibawa oleh nabi Muhammad saw.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar