Media Informasi Pemuda Peduli Dhuafa Gresik (PPDG) || Website: www.pemudapedulidhuafa.org || Facebook: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Twitter: @PPD_Gresik || Instagram: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Email: ppd.gresik@gmail.com || Contact Person: 0838-3199-1684 || Nomor Rekening: 0335202554 BNI a.n. Ihtami Putri Haritani || Konfirmasi Donasi di nomor telepon: 0857-3068-6830 || #SemangatBerkarya #PPDGresik

Selasa, 07 Januari 2014

Remaja dan AIDS

Desember, mungkin bagi masyarakat umum tanggal itu tidak ada maknanya. Kecuali bagi mereka yang berulang tahun pada tanggal tersebut. Dan sebagian orangpun ketika ditanya ada apa di setiap tanggal 1 Desember pun akan kembali bertanya, memang ada apa sih ? Hal tersebut sah-sah saja atau wajar saja, karena selama ini juga yang tahu hanya sebagian kalangan dan kelompok-kelompok tertentu saja ? Kenapa bisa demikian ? Karena proses KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) terkait dengan peristiwa di tanggal 1 Desember pun belum tuntas, lalu bagaimana dengan KIE lain terkait dengan HIV-AIDS ?. 
Hal ini merupakan sekelumit PR yang belum selesai disaat kita mewacanakan tentang HIV-AIDS itu apa, mengapa, siapa dan bagaimana ? Sejak diperingati pertama kali di Tahun 1988 yang digagas pada pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia mengenai program-Program untuk pencegahan AIDS. Tujuannya untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV dan peringatan hari AIDS sedunia ini selalu diselenggarakan setiap tahunnya untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa upaya meminimalisir penyebaran virus HIV belum selesai dengan upaya memberikan informasi dan pendidikan tentang HIV-AIDS kepada seluruh masyarakat dunia. Namun oleh UNAIDS salah satu program PBB untuk HIV-AIDS mulai tahun 1996 menggalakan kampanye AIDS tidak hanya pada kegiatan 1 hari saja tetapi menjadi kegiatan KIE sepanjang tahun.
Nah bagaimana dengan remaja ? Apa hubungan remaja dengan AIDS ? Itu adalah pertanyaan lanjutan. Ada banyak hal yang harus diluruskan terkait dengan mitos yang ada dan dipercaya oleh masyarakat dunia selama ini, bahwa AIDS, hanya akan menular untuk kelompok-kelompok tertentu saja, seperti PSK dan waria. Tetapi dengan faham bagaimana proses penularannya, maka pemahaman itupun harusnya bergeser bahwa semua orang tanpa terkecuali bisa terpapar virus HIV karena media penularannya juga sangat beragam. Tidak hanya karena hubungan seksual tanpa menggunakan pengaman (kondom) dengan orang yang terpapar virus HIV, tetapi juga penggunaan jarum suntik secara bergantian yang menyimpan darah yang mengandung HIV, serta pemakai IDU secara bergantian (Injection Drugs User) dan transfusi darah yang mengandung HIV karena tidak melewati proses screaning terlebih dahulu. Jadi siapapun mereka, mau PSK, Perempuan baik-baik, ulama, anak-anak tanpa dosa dan remaja berprestasipun bisa terpapar virus HIV. Kembali lagi pertanyaannya ? Apa hubungannya dengan remaja ? Lagi-lagi kita membicarakan fakta, berdasarkan Statistik Kasus HIV-AIDS di Indonesia sampai demgan 2013. Jumlah kasus AIDS jika dikategorikan berdasarkan jenis kelamin lebih banyak pada laki-laki yaitu 16.093 sedangkan perempuan 5.578 yang sebahagian besarnya terpapar dari IDUs. Sedangkan menurut golongan umur adalah diantara rentang umur 15 – 59 tahun. Jika dikategorikan remaja dengan rentang usia 10 – 24 tahun, maka jumlah terbesar di rentang usia tersebut yaitu : 11254 kasus dimana diantaranya 5.784 terpapar karena IDU dan jumlah di jenjang usia tersebut hampir 50% dari keseluruhan jumlah orang dengan AIDS. Fakta bahwa remaja banyak mengkonsumsi napza juga tidak dapat dipungkiri terjadi. Selain menggunakan alat suntik secara bersama-sama, napza juga salah satu pendorong remaja untuk melakukan seks bebas. Belum lagi masalah ketimpangan ekonomi (kemiskinan) yang tidak sebanding dengan gaya konsumerisme yang meracuni remaja juga membuat remaja menempuh hal negatif yang berkaitan dengan seks. Remaja memang selalu jadi sasaran empuk untuk menjadi konsumen apapun karena proses keingintahuan dan perilaku agar diterima lingkungan karena proses perubahan psikis dan fisiknya sebagai akibat tumbuh kembangnya. Dan saat ini mereka menjadi sasaran empuk menjadi konsumen napza dan budaya seks bebas yang mampu merubah perilaku sehat menjadi perilaku beresiko dan penularan IMS (Infeksi Menular Seksual) salah satunya HIV dan AIDS.

Dalam kondisi remaja yang seperti ini, apa yang harus kita lakukan ? Apakah karena dari 48 kasus HIV yang tidak terdeteksi berapa remajanya, terus kita mengambil kesimpulan remaja masih relatif aman terpapar HIV sehingga kita tidak mengambil langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan ? Ataukah kita harus menunggu munculnya angka-angka remaja dengan HIV baru kita melakukan upaya-upaya pencegahan ? Semua berpulang kepada masing-masing kita, Apa yang kita lakukan untuk 1.353.600 remaja ? Sebenarnya banyak hal yang bisa kita lakukan, jika kita kembali ke pembahasan di atas, kuncinya adalah KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi), bagaimana kita mengkomunikasikan tentang HIV dan Aids secara baik dan dapat diterima oleh semua golongan termasuk remaja. Bagaimana informasi HIV-AIDS yang diberikan juga bisa membuat perubahan perilaku remaja menjadi lebih bertanggung jawab dan sehat. Bagaimana pendidikan tentang HIV-AIDS juga dapat membangun kesadaran remaja untuk juga dapat menyampaikan informasi kepada teman sebayanya. Nah hal ini tidak dapat berjalan dengan baik jika tidak ada kerjasama dari seluruh pihak (pemerintah termasuk SKPA, Ormas, Ulama, NGO, guru, Sekolah, relawan dan lain-lain). Karena bicara HIV kita tidak hanya bicara satu aspek, tetapi musti aspek. Ada kesehatan, ada sosial, ada budaya, ada kemiskinan, ada trend, globalisasi dan agama tentunya. Kerjasama di sini bukan hanya sekedar membangun komitment untuk bersama-sama memperingati renungan Aids Nusantara atau Hari Aids Sedunia, tetapi bagaimana membuat media KIE yang baik dapat diterima semua pihak khususnya remaja, bagaimana Puskesmas dan layanan kesehatan lainnya dapat memberikan layanan yang bersahabat tanpa diskriminasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar