Media Informasi Pemuda Peduli Dhuafa Gresik (PPDG) || Website: www.pemudapedulidhuafa.org || Facebook: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Twitter: @PPD_Gresik || Instagram: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Email: ppd.gresik@gmail.com || Contact Person: 0838-3199-1684 || Nomor Rekening: 0335202554 BNI a.n. Ihtami Putri Haritani || Konfirmasi Donasi di nomor telepon: 0857-3068-6830 || #SemangatBerkarya #PPDGresik

Rabu, 01 Januari 2014

Hari AIDS-HIV Jangan Hanya Jadi Simbol Peringatan Saja

Tulisan ini sedikit terlambat karena Hari AIDS sedunia yang diperingati tiap tanggal 1 Desember. Tapi untuk berbagi informasi yang semoga bisa bermanfaat tidak mengenal kata terlambat. Seperti ungkapan, ”Lebih Baik Terlambat Daripada Tidak Sama Sekali”. Dan sampaikanlah walau satu ayat, begitulah kata Rasulullah.
Hari AIDS Sedunia pertama kali dicetuskan pada Agustus 1987 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter, dua pejabat informasi masyarakat untuk Program AIDS Global di Organisasi Kesehatan Sedunia di Geneva, Swiss. Bunn dan Netter menyampaikan ide mereka kepada Dr. Jonathan Mann, Direktur Pgoram AIDS Global (kini dikenal sebagai UNAIDS). Dr. Mann menyukai konsepnya, menyetujuinya, dan sepakat dengan rekomendasi bahwa peringatan pertama Hari AIDS Sedunia akan diselenggarakan pada 1 Desember 1988.
Bunn menyarankan tanggal 1 Desember untuk memastikan liputan oleh media berita barat, sesuatu yang diyakininya sangat penting untuk keberhasilan Hari AIDS Sedunia. Ia merasa bahwa karena 1988 adalah tahun pemilihan umum di AS, penerbitan media akan kelelahan dengan liputan pasca-pemilu mereka dan bersemangat untuk mencari cerita baru untuk mereka liput. Bunn dan Netter merasa bahwa 1 Desember cukup lama setelah pemilu dan cukup dekat dengan libur Natal sehingga, pada dasarnya, tanggal itu adalah tanggal mati dalam kalender berita dan dengan demikian waktu yang tepat untuk Hari AIDS Sedunia.
Dengan mengambil judul tulisan saya mengenai Hari AIDS ini, jangan hanya memperingati Hari AIDS / HIV saja namun kita harus lebih cermat lagi untuk mengambil sisi positifnya. Mengapa Hari AIDS / HIV ada ? Mengapa dijadikan hari bersejarah di seluruh dunia?
Penyakit AIDS atau kepanjangan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome dan virusnya yang bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Penyakit AIDS adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).Sedangkan virusnya HIV yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.
HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.
Namun saya bilang penyakit AIDS dan virusnya HIV adalah sejenis penyakit kutukan dari Allah kepada kita. Dan terlebih yang jelas-jelas melanggar norma agama, peraturan dari Tuhan. Mengapa saya sebut penyakit kutukan dari Tuhan? Karena yang awalnya banyak diberi penyakit mematikan itu justru pada negara-negara yang banyak berhubungan bebas dan suka mempertontonkan aurat. Dan di Indonesia sendri penyakit mematikan itu juga yang diserang lebih dulu serta lebih banyak adalah di tempat-tempat yang haram seperti tempat-tempat pelacuran dan diskotek.
Dan Tuhan memberikan penyakit yang mematikan di tempat-tempat yang haram agar manusia bisa menjadikan hidup lebih baik, tidak sekadar senang-senang. Tidak mempergunakan hal-hal yang berbau kemaksiatan, kenikamatan duniawi yang tersesat sadar akan hidup yang benar. Bukan berarti Tuhan tidak sayang kepada para penderita AIDS – HIV. Tapi justru sebaliknya. Tuhan sayang sekali pada hambaNYA yang diberi ujian dengan penyakit mematikan itu. Tuhan ingin memberikan kebaikan setelah Tuhan memberikan rasa sakit yang mendalam. Kalau pun penyakit ini merasakan dikucilkan, dijauhi dari pergaulan sebenarnya tidak juga. Karena biasanya orang yang terkena penyakit ADIS - HIV itu sendiri lah yang merasa terasing dengan keadaan diri sendiri akibat penyakit yang menyerangnya. Mungkin itulah yang dimaksud dengan ‘kutukan’. Sudah tahu penyakit akibat salah pergaulan dan banyak yang mengerti akan musibah dengan permainan yang mematikan bila kita menerjangnya kenapa masih saja dilaluinya ? Dengan alasan apaun semua kenikmatan duniawi yang hanya sesaat itu tidak diperbolehkan. Hukum haram tetap haram. Tidak ada hukum haram menjadi halal hanya karena faktor tertentu.
Sebagai contoh orang yang terkena penyakit mematikan ini banyak menyerang di negara barat yang mayoritas kehidupannya bebas seks dan banyak menyerang di tempat-tempat pelacuran. Para pelacur, para pacandu narkoba yang sungguh-sungguh memalukan. Seperti para pelacur yang mengatasnamakan kesulitan cari biaya hidup dan tidak mempunyai bekal kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki, pekerjaan sebagai pelacur menjadi pilihan bagi mereka. Alasan klise bagi mereka terjun ke lembah kenistaan.Faktor ekonomi penyebabnya. Mereka yang tak punya iman, hanya berpikiran faktor rizki meski dicari walau haram diterjangnya. Mereka tak punya iman karena tidak percaya Tuhan Maha Kaya, Sang Pemberi rizki dari manapun datangnya. Banyak jalan menuju Roma, banyak jalan mendapatkan rizki yng tak diduga dengan cara yang halal. Pekerjaan yang mudah namun banyak dosa hingga menimbulkan berbagai penyakit mematikan dan memalukan memang lebih enak, memuaskan dan hasilnya juga banyak yang berlimpah. Seperti perdagangan narkoba memalukan, korupsi dan pelacuran termasuk kategori kenikmatan duniawi yang tersesat. Ya, pekerjaan seperti ini memang mudah tapi resikonya juag berat. Dan penumpang alias para korban yang wajib menanggung penderitaanya.
Rizki yang baik mungkin sulit didaptkannya tetapi yakinlah setelah dengan susah payah memperoleh rezeki yang halal walau sediikit nilainya akan berujung pada kenikmatan yang sesungguhnya. Ingat tulisannya tentang seekor cicak yang hanya merayap di dinding tapi Tuhan memberi rizki yang tidak diduganya ? Tuhan sudah menjamin rizki pada setiap makhluknya walau itu juga pada seelor cicak sekalipun. Tapi mengapa di antara kita masih tidak percaya ? Kita hanya wajib berusaha kemudian pasrah dengan datangnya rizki pada kita.
Bila saya boleh ambil contoh dari riwayat seorang Nabi dan istrinya. Ibunda Siti Hajar istri kedua Nabi Ibrahim AS yang judga ibunda Nabi Ismail. Siti Hajar yang rela mondar mandir demi seteguk air untuk anknya Ismail yang konon waktu itu masih bayi. Dengan pengorbanan dan perjuangan yang berat akhirnya Ibunda Hajar bisa mendapatkannya dan bisa dipergunakan oleh setiap manusia yang berkunjung ke sana. Ya air zam-zam yang sangat bermanfaat. Itulah hasilrizki yanghalal. Butuh waktu, tenaga, pengorbanan dan perjuangan.
Tapi dari hasil yang nista ? Pasti pekerjaan semacam itu diperolehnya dengan mudah dan penuh kenikmatan. Namun sungguh kenikmatan yang tersesat. Tuhan memberikan rizki tentu tidak langsung memberikannya tapi butuh pengorbanan dan perjuangan yang berat. Semua ada ujian dan cobaannya.
Marilah kita bersama renungkan perjuangan Ibunda Siti Hajar dalam diri kita. Mencari sesuatu yang halal tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi hasilnya di kemudian hari tentu sangat bermanfaat. Bukan hanya pada diri kita tapi juga orang lain akan banyak manfaatnya.
Para pelacur yang miskin dan berpendidikan rendahan, bila ditanya mengapa memiliki pekerjaan kotor ini ? Selalu faktor ekonomi dan hanya keterpaksaan dalam mencari sesuap nasi, itulah hanyalah sebuah alasan klise belaka. Tidak bisa dipikir lebih jernaih lagi dengan akal sehat kita yang masih memilki iman.
Para pelacur yang malu ketika tertangkap basah, tapi mengapa mereka tidak malu saat tubuhnya dipegang-pegang oleh orang yang gak wajib melihat apalagi memegangnya ? Lalu bagaimana dengan pelacur tingkat tinggi yang berasal dari ekonomi yang cukup ? Juga bagaimana dengan pekerja homoseks ? Lesbi ? Padahal kita dijadikan manusia tidak ada yang saling menyukai sesama jenis. Semua diberi hati untuk saling berpasangan dengan hati yang bersih. Menyayangi beda jenis. Tidak ada yang dijadikan manusia menjadi manusia hina dengan pekerjaan kotor alias pekerjaan haram. Semua dijadikan pilihan dalam hidup apakah kita menjadi manusia dengan hidup baik yang penuh dengan hinaan, cacian, makian atau hidup dengan hidup buruk dengan sesuatu yang penuh nikmat tapi sesat ? Hidup itu sebuah pilihan. Hidup itu sebuah tantangan. Hidup itu butuh perjuangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar