Media Informasi Pemuda Peduli Dhuafa Gresik (PPDG) || Website: www.pemudapedulidhuafa.org || Facebook: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Twitter: @PPD_Gresik || Instagram: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Email: ppd.gresik@gmail.com || Contact Person: 0838-3199-1684 || Nomor Rekening: 0335202554 BNI a.n. Ihtami Putri Haritani || Konfirmasi Donasi di nomor telepon: 0857-3068-6830 || #SemangatBerkarya #PPDGresik

Sabtu, 18 Januari 2014

Menyikapi Kenikmatan Duniawi dan Kondisi Kemiskinan

Kadang kita terbawa pada suatu pemikiran karena  keberadaan kita dalam kemiskinan, hidup  dalam kekurangan, tak memiliki harta berlimpah sedang rasa keimanan dan ketaqwaan padaNya merasa telah dilakukan, dimanakah kemurahan Tuhan yang bersifat Maha Kasih dan Sayang ? Demikian kadang terbesit dalam pemikiran diantara kita.
Dan  pula membandingkan terhadap mereka yang  tidak beriman bahkan jelas ingkar pada Tuhan, justru mereka berada dalam bergelimangnya harta, mereka tidak dalam kemiskinan dan kekurangan, dalam kesehariannya hidup dengan kemewahan, bahkan bertambah-tambah harta kekayaannya.
Yang demikian kadang ada diantara kita, adanya pikiran atau godaan keraguan atas kasih Tuhan, yang lebih parah lagi kadang muncul keraguan tentang sesungguhnya adanya Tuhan, yang karena merasa sudah dengan sepenuh hati sepenuh jiwa mendekat beribadah memohon kepadaNya, namun bagai tak ada respon tak ada pemberian kemurahan dariNya.
Bagaimanakah sesungguhnya yang demikian itu ? Jika kita beriman, maka teguhkanlah hatinya, bersabarlah , demikian ini Tuhan dalam firmanNYa : “Dan sungguh akan kami berikan coba’an kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (QS. 2:155). “(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Innaa lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun” (QS. 2: 156). “Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang mendapat petunjuk” (QS.2 : 157). 
Pada firmanNya itu, tegas tersurat dan tersirat bahwa kondisi kemiskinan, kelaparan kekurangan harta itu adalah coba’an semata. nah jika menjadi ingkar karena salah menyikapi atau memaknai kondisi demikian  adalah jadinya sebagai manusia yang merugi dan menjadi kufur. Namun jika diterimanaya dengan sabar dan meyakini adanya hal itu sebagai coba’an serta senantiasa jika ditimpa musibah selalu tabah mengembalikan adalah karena kehendakNya semata, maka adalah dirinya sesungguhnya mendapat keberkatan mendapat rahmat serta berada dalam kasih sayangNya dengan mendapat petunjuk kebenaran.
Kemudian tentang mereka atau pada sebagian manusia  yang mendapatkan kebahagiaan harta berlimpah, kebutuhan materi dunia serba tercukupi bahkan berlebih dan bergelimang dalam kemewahan; bagaimanakah sesungguhnya keberadaan itu ? Adakah itu cerminan dari kehendak dan atau kemurahan Tuhan ?.
Berikut ini, mari kita simak dan kita maknai atau kita sikapi tentang firmanNya yang demikian tersurat : Barang apapun harta benda dan anak pinak yang diberikan kepadamu, maka itu adalah sarana keduniaan yang kamu nikmati di waktu hidup di dunia, dan sekaligus menjadi perhiasannya pula. Namun yang ada di sisi Allah,  jauh lebih baik dari itu dan abadi pula. Mengapa tidak kamu pikirkan (QS. 28 : 60). Maka apakah orang-orang yang Kami janjikan kepadanya janji-janji berupa syurga dengan segala kemegahannya, lalu benar-benar dia mendapatkan karena taatnya, sama dengan orang-orang yang Kami berikan kepadanya kenikmatan hidup duniawi, namun melalaikan taat kepada Tuhan; adalah kemudian pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang diseret  sebagai peserta neraka (QS. 28 : 61).
Dari wahyuNya itu, jelas dan tegas bahwa harta benda dan apapun bentuk kebahagiaan pangkat, derajat, kesuksesan adalah kenikmatan duniawi atau perhiasan dunia semata, dan Tuhan pulalah yang berkehendak pada mereka. Namun jika  mereka yang mendapat kenikmatan duniawi tidak ta’at bahkan ingkar padaNya adalah kelak disisiNya terancam dalam neraka.
Demikianlah, bagaimana kita harus menyikapi nikmatnya duniawi ini dan bagaimana menyikapi penderitaan, kekurangan atau kemiskinan. Kita yang beriman hendaknya jika dalam kemiskinan menyikapi dengan sabar, tawakkal, serta yakin kelak disisinya ada kebahagiaan haqiqi yaitu surgaNya.
Dan jika  dikarunia banyak harta, bergelimang dalam kenikmatan dunia adalah pula dijadikan alat sarana ibadah kepadaNya, dibelanjakan dijalan Tuhan, tuk beramal shaleh. Gunakan naik haji, membantu fakir miskin, bangun panti asuhan anak yatim, membantu sarana peribadatan , sarana pendidikan dan banyak jalan menuju surga, membantu para pejuang dijalan Allah, membahagiakan menolong sanak keluarga. Idealnya, semoga kita bahagia didunia dan diakhirat kelak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar