Media Informasi Pemuda Peduli Dhuafa Gresik (PPDG) || Website: www.pemudapedulidhuafa.org || Facebook: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Twitter: @PPD_Gresik || Instagram: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Email: ppd.gresik@gmail.com || Contact Person: 0838-3199-1684 || Nomor Rekening: 0335202554 BNI a.n. Ihtami Putri Haritani || Konfirmasi Donasi di nomor telepon: 0857-3068-6830 || #SemangatBerkarya #PPDGresik

Senin, 06 Januari 2014

Pekan “Kesadaran” Nasional (PKN) : Mari Berpikir Lebih Radikal Menyelesaikan Masalah HIV AIDS

“Bangunlah jiwanya banggunlah badannya untuk Indonesia Raya…”

Menanggapi kebijakan Kementerian Kesehatan yang menggelar Pekan Kondom Nasional (PKN) yang dilaksanakan pada 1-7 Desember oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) serta salah satu produsen kondom. Program PKN yang mengusung tema “Protect Youself, Protect Your Partner” menurut Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH dilaksanakan untuk mengurangi penularan virus HIV melalui perilaku seks berisiko.
Mari merenungi sejenak petikan lagu Indonesia Raya yang mengajarkan kita untuk Membangun jiwa bangsa terlebih dahulu baru kemudian menguatkan badannya. Mari berfikir lebih radikal dan lebih mengakar untuk menyelesaikan tingginya angka pengidp HIV di Indonesia. Lagu kebangsaan yang dengan khidmad kita lantunkan setiap apel dan upacara bendera rupanya belum terinternalisasi pada pola fikir para pemimpin kita hari ini untuk mengambil sebuah kebijakan.
Menteri Kesehatan menyampaikan harus ada terobosan dalam penanggulangan AIDS jika tidak ingin ada 1.817.700 orang terinfeksi AIDS pada tahun 2025. Dan satu-satunya cara untuk mencegah penularan itu adalah “dengan menggunakan kondom dari laki-laki yang berisiko kepada perempuan pekerja seks maupun istrinya”.
Untuk menyelesaikan permasalahan penyebaran HIV AIDS di Indonesia yang dalam empat tahun terakhir mencapai 21 ribu kasus setiap tahun. Pembagian kondom geratis untuk meminimalisir penyebaran HIV AIDS bukanlah sebuah ide yang menyelesaikan akar permasalahan. Pembagian kondom gratis hanya mencegah penularan saja, hanya melindungi badan saja, tidak membaangun jiwa. Bahkan kebijakan ini bisa menimbulkan masalah baru jika disalah tafsirkan oleh kalangan pemuda yang belum dibangun jiwanya oleh Republik sebagai pelegalan sex bebas asal menggunakan kondom.
Dalam momentum hari AIDS sedunia, program PKN mungkin akan lebih solutif jika digelar dalam format Pekan Kesadaran Nasional. Bukan Pekan Kondom Nasional. Pekan Kesadaran  Nasional untuk menyadarkan jiwa rakyat Indonesia akan bahaya HIV AIDS, untuk membangun jiwa rakyat Indonesia agar memerangi narkoba, prostitusi dan seks bebas.
Adapun langkah terobosan yang dapat ditempuh oleh Kemenkes untuk mengurai permasalahan penyebaran HIV AIDS di Indonesia antara lain : 
1. Lebih meningkatkan upaya untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya Narkoba serta mempersempit peredaran narkoba di Indonesia.
2. Mendorong penutupan lokalisasi di seluruh Indonesia untuk menekan angka penularan HIV AIDS.
3. Mengkampanyekan bahaya seks diluar nikah.


Semoga kita bisa membangun jiwa bangsa yang kuat untuk kemudian memiliki badan yang sehat. Karena membangun jiwa adalah pekerjaan yang nantinya akan mempermudah pekerjaan membangun badan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar