Media Informasi Pemuda Peduli Dhuafa Gresik (PPDG) || Website: www.pemudapedulidhuafa.org || Facebook: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Twitter: @PPD_Gresik || Instagram: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Email: ppd.gresik@gmail.com || Contact Person: 0838-3199-1684 || Nomor Rekening: 0335202554 BNI a.n. Ihtami Putri Haritani || Konfirmasi Donasi di nomor telepon: 0857-3068-6830 || #SemangatBerkarya #PPDGresik

Sabtu, 22 Februari 2014

Anak Jalanan, Siapa yang Mau Menolongnya

Kehidupan yang serba mewah di kota-kota besar tidak selalu berbuah manis. Kenyataannya banyak orang-orang miskin yang hidup menderita disana. Padahal dalam Pancasila sile ke lima katanya “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Jangan sampai sila pancasila ini musnah dari hati nurani kita. 
Pemerintah lebih mementingkan orang berdasi daripada menolong rakyat kecil. Sekarang sedang gencar-gencarnya membangun gedung yang kenyataannya hanya dinikmati oleh orang berduit saja dan malangnya kebanyakan bukan orang asli Indonesia. Berapa banyak anggaran pemerintah yang disediakan untuk membangun gedung, sementara anggaran untuk orang miskin sangatlah minim. Saat ini orang miskin tidak butuh bantuan, hanya butuh lapangan pekerjaan dan bisa bersekolah gratis.
Janji pemerintah untuk sekolah gratis ternyata bohong belaka sekarang sekolah bayar, bahkan semakin hari semakin mahal. Indonesia lebih banyak orang miskinnya dari pada kayanya tapi mengapa yang kaya lebih dipentingkan dahulu. Misalnya, Freeport mengapa Indonesia bersedia menandatangani kontrak baru padahal sudah jelas kita dirugikan. Mungkinkah pemimpin-pemimpin bangsa ini ikut bermain didalamnya. 
Tetapi inilah indonesia, kita masih seumur jagung bisa mementingkan kepentingan negara dan umum, lebih sering egois menguasai pemimpin-pemimpin kita. Sebut saja DPR, mengapa mereka selalu ingin rapat di tempat yang berbintang, padahal jika dana yang digunakan itu untuk orang kecil, pastilah bisa membantu.bukankah DPR itu dewan perwakilan rakyat tetapi kenyataanya dewan penghancur rakyat. Masihkah ada nurani di hati DPR untuk benar-benar bekerja hanya untuk rakyat. Marilah kita saksikan episode anggota DPR di Neraka Senayan (gedung DPR).
Lihatlah anak-anak jalanan, tidakkah malu presiden, MPR, DPR dan kroni-kroni pemerintah saat mobil mereka didatangi anak jalanan, maukah mereka menyisihkan rejeki kotor mereka ? Apakah cukup hanya diberi ? Apakah dengan begitu kehidupan mereka akan berubah ? Jawabnya TIDAK!.
Pemerintah harus segera insaf dan segera menyediakan lapangan pekerjaan khusus untuk anak-anak jalanan dan orang miskin walaupun hanya keterampilan tangan hal itu sangat berguna sekali bagi mereka. Dan pemerintah harus memberikan sekolah gratis kepada khususnya anak-anak jalanan dan orang miskin. Alangkah tidak punya malu orang yang mengaku miskin hanya untuk memperoleh sekolah gratis atau bantuan. Pendek kata mereka telah mencuri bagian dari orang-orang miskin, yang jelas dosanya termasuk dosa besar.
Mulailah dari saat ini, belajar untuk merubah bangsa bukan merubah pangkat, karena pangkat dan derajat akan datang sendiri jika kita bisa berbuat untuk bangsa.

Mari kita berikan ilmu kita pada tetangga kita yang tidak bersekolah kepada orang-orang miskin yang tidak mampu bersekolah, kita tidak boleh malu karena itu adalah kebaikan. INGATLAH, SUKSES BERAWAL DARI HAL KECIL TETAPI BERARTI BESAR YAITU MENOLONG ORANG LAIN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar