Media Informasi Pemuda Peduli Dhuafa Gresik (PPDG) || Website: www.pemudapedulidhuafa.org || Facebook: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Twitter: @PPD_Gresik || Instagram: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Email: ppd.gresik@gmail.com || Contact Person: 0838-3199-1684 || Nomor Rekening: 0335202554 BNI a.n. Ihtami Putri Haritani || Konfirmasi Donasi di nomor telepon: 0857-3068-6830 || #SemangatBerkarya #PPDGresik

Minggu, 15 Desember 2013

Hari Guru Nasional

Hari Guru Nasional, Tema yang diusung adalah “Memacu Profesionalisme Guru Melalui Peningkatan Kompetensi dan Penegakan Kode Etik. Pengertian dari Profesionalisme menurut KBBI adalah mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yg profesional, sedangkan Kompetensi adalah kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan (memutuskan sesuatu); kemampuan menguasai gramatika suatu bahasa secara abstrak atau batiniah. 
Makna yang tersirat dari tema yang diusung untuk peringatan hari guru nasional, menuntut guru meningkatkan mutu dan kualitas kemampuan berdasarkan mata pelajaran masing-masing. Sementara ini kaitannya dengan kemungkinan perubahan kurikulum untuk tahun depan, mata pelajaran akan dikembangkan berdasarkan kompetensi, disitus kemdikbud.go.id menjelaskan secara singkat  Berubahnya kurikulum akan merubah empat aspek yang terkait di dalamnya, yaitu standar isi, standar proses, standar kelulusan, dan standar penilaian. Setelah berubah pun, kurikulum bukanlah hanya sebagai pajangan, tap harus diterjemahkan lagi dalam buku pengantar pelajaran yang akan disampaikan ke siswa. Tentang standar lulusan, perubahan akan tergambar dari soft skill dan hard skill yang diterjemahkan sebagai kompetensi para lulusan. Kedua kompetensi tersebut harus dinaikkan dan diseimbangkan dengan melibatkan tiga domain, yaitu sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
Dari sisi isi, ada kedudukan mata pelajaran dan pendekatannya. Kalau sekarang kompetensi itu diturunkan dari mata pelajaran, ke depan akan berubah menjadi mata pelajaran yang dikembangkan dari kompetensi. “Jadi mata pelajaran itu kendaraan saja. Kalau mau nyebrang lautan ya pakai kapal. Naik gunung pakai sepeda gunung,” kata Mendikbud M. Nuh.
Dilain pihak pada editorial Media Indonesia dalam survey yang dilakukan oleh Bank Dunia pada tahun 2011, pelaksanaan sertifikasi guru tidak mempengaruhi terhadap pengingkatan kualitas pendidikan, sebagai guru bukan membela korp tapi setidaknya dalam penilaian keberhasilan dan tidaknya PBM bukan terletak pada satu hal saja. Menurut J. Drost, SJ (2006) menjelaskan rendahnya kualitas guru  ada beberapa faktor: Di daerah memang tidak ada guru yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan, Kualitas guru juga dipengaruhi oleh calon guru itu sendiri, Mutu Pendidikan calon guru, Sarana prasarana yang terdapat di sekolah, Pelaksanaan UN yang bersifat Nasional, sedangkan PBM antar daerah berbeda-beda sehingga pelaksanaan UN untuk menentukan kelulusan siswa kurang tepat. Dari beberapa faktor tadi sangat banyak pekerjaan rumah untuk meningkatkan profesionalisme guru melalui peningkatan kompetensi, seperti tulisan saya ketika anak bercerita rasanya sangat miris apabila masih ada metode CBSA saat ini, apalagi dilakukan di Sekolah Dasar.
Mudah-mudahan amanat baru untuk para guru dapat dilaksanakan dengan baik, mari kita sambut Hari Guru Nasional dengan mereaktualisasi semangat mengajar, walaupun UN masih tetap jadi penentu kelulusan. Agar tema yang diusung bukan hanya slogan yang tak memiliki makna secara aplikasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar