Media Informasi Pemuda Peduli Dhuafa Gresik (PPDG) || Website: www.pemudapedulidhuafa.org || Facebook: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Twitter: @PPD_Gresik || Instagram: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Email: ppd.gresik@gmail.com || Contact Person: 0838-3199-1684 || Nomor Rekening: 0335202554 BNI a.n. Ihtami Putri Haritani || Konfirmasi Donasi di nomor telepon: 0857-3068-6830 || #SemangatBerkarya #PPDGresik

Senin, 07 Juli 2014

Nasib Bangsa Di Tangan Mahasiswa. Ingat Itu, Bung!

Gemerlap hajatan politik lima tahunan di negeri ini akan kembali digelar 9 Juli mendatang. Mahasiswa, sebagai komponen demokrasi – pun, mau tidak mau harus menjadi garda terdepan untuk menyukseskan pesta politik ini. Ya, mahasiswa.
Jika kita menyingkap dan membuka lembaran sejarah bangsa, maka pergumulan politik di negeri ini tidak akan lepas dari fundamental peran aktif mahasiswa.
Jika kita tilik secara gamblang, mahasiswa tidak hanya berstatus sebagai pelajar. Tetapi lebih daripada itu, mahasiswa menjadi komponen dan lokomotif utama untuk menyokong kemajuan suatu bangsa. Di Indonesia — di negeri yang konon kaya ini, mahasiswa terbukti telah menjadi pelopor sejarah dan kemerdekaan. Pada konteks politik Indonesia, lintasan orbit sejarah mencatat bahwa mahasiswa telah menjadi senjata pendombrak menuju era yang lebih baik nan penuh kemilau dengan gegap gempita.
Keahlian mahasiswa dalam menjalankan fungsinya sebagai agen perubahan danIntellectual Organic telah berhasil merontokkan kerajaan kepemimpinan Soekarno, mengobrak-abrik rezim Orde Baru (Orba), dan menggiring Indonesia ke era yang saat ini sedang bergulir bak bola panas.
Tak hanya itu, sejarah menunjukkan bahwa selain aktivitas gerakan yang berupa tuntutan-tuntutan terhadap persoalan internal sebuah perguruan tinggi, pergulatan politik mahasiswa juga mampu menemukan momentum-momentum besar yang menyebabkan keterlibatannya dalam perubahan politik nasional.
Karena itu, dewasa ini, ketika bangsa ini kian terkungkung dalam gelung yang penuh problema, sudah sepatutnya mahasiswa bersatu untuk kembali ke fitrah dan esensinya sebagai mahasiswa. Mahasiswa Indonesia – mahasiswa yang peduli terhadap nasib bangsa. Mahasiswa yang santer membahas masalah politik bangsa dan turut serta memberikan ide-ide cemerlang untuk membangun negeri yang kian pelik ini.
Hidup mahasiswa. Mari bersatu. Tentukan nasib bangsa ini melalui pemilu 2014. Pilih pemimpin yang mampu menjadi penyambung lidah bangsa Indonesia.

Minggu, 06 Juli 2014

Menantikan Kemerdekaan Toleransi di Aceh

Hampir tujuh tahun kita merasakan perdamaian Aceh. Daerah berpenduduk 4,8 juta jiwa ini terus berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan pembangunan. Ekonomi, sosial; hukum, budaya; pendidikan dan yang terpenting agama, tak luput dari perhatian pemerintah daerah. Selain penduduk muslim sebagai mayoritas, terdapat beberapa agama/ kaum minoritas lain seperti Budha, katolik, protestan dan Hindu.
Seiring dengan perjalanannya, Aceh sebagai serambi mekkah dan mengedepankan hukum syariat islam ini mulai berkembang terutama dalam menyikapi perbedaan/ toleransi beragama. Hal ini ditandai dengan mulai digelarnya perayaan-perayaan imlek seperti atraksi Barongsai di Vihara Maitri jalan Pocut Baren,  kawasan Peunayong, Banda  Aceh 2013 lalu, bahkan prosesi jalan salib yang dilakukan  umat Kristiani dalam memperingati hari Paskah 17 April 2014 lalu. Bagi saya, perkembangan toleransi ini patut diapresiasi. Momentum ini merupakan perkembangan yang menandakan keterbukaan masyarakat Aceh, mengingat tanah rencong ini pernah dihantui kekhawatiran beberapa bantuan pasca musibah Tsunami dibalut dengan misionaris hingga maraknya aliran sesat yang berkembang.
Salah satu aturan yang harus dijalankan pada bulan ramadhan adalah melarang warung makan/ restaurant beroperasi di siang hari, termasuk tempat-tempat tempat hiburan, yang harus tutup dari pukul 5.00-16.00 WIB dan begitu pula tutup kembali ketika Isya hingga usai shalat Tarawih. Aturan ini sesuai dengan Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 11 Tahun 2002 Tentang Pelaksanaan Syariat Islam.  Hal ini dilakukan agar tidak terganggunya ibadah masyarakat Aceh dalam menjalankan ibadah puasa. Bagi yang melanggar, maka tidak segan-segan usahanya ditutup dan disegel.
Ibarat kata orang bijak, bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menerima perbedaan. Untuk menjadi bangsa yang besar maka dibutuhkan keterbukaan dan menyesuaikan diri dengan keragaman, tentunya dengan tidak mengubah nilai-nilai identitas asli. Saya pikir, sudah saatnya masyarakat Aceh melakukan perubahan. Tentunya mengenai kebijakan daerah, mengingat Aceh tidak hanya dihuni oleh muslim saja, akan tetapi multi kultur dan juga multi religi. Oleh karenanya, sebagai makhluk social, sudah selayaknya kita memikirkan bukan hanya kepentingan mayoritas, akan tetapi juga kepentingan minoritas, toh kita hidup dalam keberagaman.
Masih segar di ingatan saya mengenai kasus yang terjadi pada ramadhan 2 tahun yang lalu, Satpol PP menggerebek sebuah warung makan dan  mengangkut alat-alat yang digunakan untuk berdagang, hanya karena warung tersebut (secara sembunyi dengan menutup pintu toko) beroperasi di siang hari meski si penjual adalah wanita Tionghoa dan konsumennya nonmuslim. Memang tidak bisa disalahkan, karena hal ini sudah diatur dalam kebijakan perda dan tentunya si pemilik toko juga sudah diperingatkan untuk tidak membuka warung di siang hari selama bulan ramadhan. Akan tetapi, bukankah Islam sendiri menghargai perbedaan, bukankah islam sendiri menghargai dan mengatur dalam hidup rukun beragama. Jika dilihat mayoritas etnis Tionghoa adalah pedagang, mereka juga manusia yang mencari rezeki dengan cara halal sama seperti kita. Pernahkah terpikir oleh kita, bagaimana jika mereka tidak sempat menyiapkan makanan untuk keluarganya, tentunya akan mencari alternative dengan membeli makanan dari luar. Saya rasa, sah-sah aja mereka dan sesamanya untuk tidak ikut menahan lapar seperti kita, toh mereka tidak mengganggu kita dalam beribadah. Dalam Surah Alkafiruun :6, Alquran juga mengatur tentang kebebasan beragama, “Lakum Dinukum waliyadin” (bagimu agamamu dan bagiku agamaku).
Perubahan positif mulai dirasakan sekarang, kaum minoritas sudah boleh bersenang hati, pasalnya, pemerintah aceh telah mengizinkan warung makan beroperasi dengan catatan hanya melayani nonmuslim, tentu saja dengan pantauan dan penjagaan dari polisi syariat (Wilhayatul HIsbah). Sekali lagi in mulai menandakan masyarakat aceh mulai berempati dan terbuka serta menjaga nilai toleransi antar umat beragama, tentunya hal ini perlu dipertahankan dan perlu ditingkatkan. Dengan sedikit berempati, mungkin kita mampu merasakan dan meningkatkan rasa toleransi yang tinggi. Maka dari itu, sudah selayaknya kita , masyarakat Aceh dan juga pemerintah daerah memikirkan nasib minoritas dengan mengubah atau mengecualikan kebijakan menutup warung makan bagi mereka yang nonmuslim, tentunya tetap menghormati bulan Ramadhan dengan beroperasi semi tertutup. Saya yakin, masyarakat Aceh adalah masyarakat yang berilmu, yang  berpikir maju, dan memiliki keterbukaan dan menerima perbedaan. Dan hal demikian tidak mengurangi kekhusyu’an dan meresahkan masyarakat Aceh dalam menjalankan ibadah puasa. Bukankah hidup rukun dengan menghargai perbedaan dan toleransi antar umat beragama merupakan cerminan masyarakat yang madani sesungguhnya?

Menyiapkan Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Mata Katarak

Pada Jumat (4/7) lalu Tim Bhakti Sosial (Baksos) 50 Tahun Yon II Unpad Bandung melakukan kunjungan silaturahim ke Mako Detasemen Mahawarman Garut untuk melakukan konsolidasi penghimpunan calon-calon pasien Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Mata Katarak yang rencananya akan dilaksanakan pada hari Minggu/24 Agustus 2014 mendatang dengan penyelenggara Menwa Mahawarman Yon II Unpad bekerja sama dengan RS Guntur Garut.
Tim Baksos Yon II Unpad yang terdiri atas Bendahara Panhut, Agus Nurjaman, dan Humas Korps, Wahyuni Susilowati, bertemu dengan Dan Detasemen Mahawarwan Garut, Aditya Kosasih, yang didampingi anggota senior Mahawarman Det Garut, Roesfial dan Yayat, beserta anggota organik, Arno Setiadi. Perbincangan bersuasana kekeluargaan itu berbuah kesepakatan untuk bahu membahu mensosialisasikan program pengabdian masyarakat di sektor kesehatan tersebut seluas-luasnya. Silaturahim antar Korps Yon II Unpad dan civitas Detasemen Mahawarman Garut ditutup dengan acara buka bersama.
14046040701599173132
Gotong royong melakukan pengabdian pada masyarakat (dok WCD)
Persyaratan Peserta Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Mata Katarak
Sebelum bertandang ke Mako Detasemen Mahawarman Garut, Tim Baksos Yon II Unpad terlebih dahulu berkoordinasi dengan Perwira Urusan Dalam RS Guntur Garut,Lettu Bambang, yang sangat kooperatif dalam merespon penyelenggaraan Baksos Operasi Gratis ini. Bambang menyanggupi untuk membantu mengkoordinir berbagai persiapan di lingkup internal RS Guntur Garut yang akan menjadi tempat penyelenggaraan Baksos Operasi Gratis tersebut di bawah supervisi dr Tito Apriana, anggota senior Yon II Unpad yang notabene adalah Kepala RS Garut.
Adapun persyaratan yang harus dipenuhi oleh para calon peserta Baksos Operasi Gratis meliputi :
a. Persyaratan Umum Peserta Operasi Katarak
-  Laki-laki / perempuan berusia 15 – 70 tahun
-  Tidak hipertensi/tekanan darah tinggi (tekanan yang diperbolehkan : < 140/80 mmHg)
-  Visus < 4/60 (jarak penglihatan maksimal 4 meter)
-  Tidak diabetes (GDS : < 150 mg/dL)
-  Tidak anemia (HB darah > 10 g / dL)
b. Persyaratan Umum Peserta Bibir Sumbing
-  Laki-laki / perempuan berusia 3 bulan (berat badan minimal 10 kg) – 60 tahun
-   Menjalani pemeriksaan laboratorium darah rutin (HB, leukosit, trombosit, waktu perdarahan, dan waktu pembekuan dalam batas normal)
Bagi anggota masyarakat yang hendak mendaftarkan diri/keluarga/kerabat-nya untuk mengikuti Operasi Gratis Bibir Sumbing/Mata Katarak dipersilahkan untuk menghubungi :
a. Mako Menwa Mahawarman Yon II Unpad, Kampus Unpad - jl Raya Bandung-Sumedang KM 21, Jatinangor (kontak : Agus / 0899 7189 498, Median / 0856 2492 9498, Yuni/0822 1568 1955)
b. Mako Detasemen Mahawarman Garut, Jl Cimanuk 285A (Kampus Uniga Fisip) Garut atau menghubungi Aditya Kosasih/ 0812 2326 4901, Arno Setiadi / 0823 1694 2906), Dyaz Panji (0896 2127 5921)
Harap diingat bahwa masa pendaftaran berakhir pada 18 Agustus 2014, jadi segera daftarkanlah diri Anda/keluarga/kenalan Anda.
140460437278706202

Sabtu, 05 Juli 2014

Bocah Pengemis Tertidur Sambil Gendong Bayi

1404527503792004829
Mungkin sebagain besar dari Anda pernah melihat foto ini di dunia maya. Karena foto ini mengundang banyak respons. Foto di atas adalah karya Tidy Giwangkara Dyaksa di Palur, Karanganyar Senin (30/6/2014).
Apa yang ada di benak Anda ketika melihat foto di atas? Kasian, sedih, terharu, atau malah berpikir cuman modus. Apa pun komentar Anda, tentu punya alasan masing-masing. Pun saya juga punya alasan terhadap pendapat saya. Menurut saya, anak-anak punya hak untuk bahagia, hak untuk bermain, hak untuk menikmati masa kanaknya. Miris hati ini menyaksikan fenomena itu. Saya seorang ibu, saya punya anak. Saya tahu betul bagaimana anak butuh kasih sayang dari kita, sebagai orangtua, terkhusus ibu.
Lihatlah kaki anak itu, sampai hitam kelam, menyiratkan kerasnya hari-hari yang dilaluinya. Seandainya saya dekat dengan mereka, sebisa mungkin saya memberikan sesuatu yang bisa membuatnya tersenyum. Terkadang saya berandai-andai, negeri kita suatu saat tidak ada fenomena demikian.

Berkah Ramadhan Bagi yang Ikhlas dan Ridha

Bulan Ramdahan merupakan bulan suci yang penuh berkah, berkah yang diberikan kepada semua makhluk  ciptaan Allah SWT bagi yang Ikhlas dan Ridha.
Sony yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga honorer di sebuah instansi pemerintah serta ratusan pedagang lain yang hanya berjualan di bulan Ramadhan sangat senang dengan kehadiran Bulan Ramadhan, selain dapat membantu masyarakat yang kebetulan tidak menyiapkan menu berbuka sendiri tentu juga mendapatkan sedikit keuntungan materi.
Mulai pukul 3 sore, sony mulai sibuk mempersiapkan lapak tempat meletakkan berbagai panganan berbuka puasa, sebab pembeli mulai berdatangan kapan saja, lebih dulu siap tentu lebih baik.
Area parkir ruko disulap sedemikian rupa menjadi pasar kaget, bagi yang sudah memilih dapat langsung membayar dan keluar dari kerumunan namun tidak sedikit pula yang bingung karena terlalu banyaknya pilihan, tentu semua menarik, sebab rasa lapar membuat nafsu ingin mencicipi semua hingga menentukan mana yang terbaik akan membutuhkan waktu.
Lain sony lain pula keberkahan yang didapatkan trisno. Trisno, pengojek yang biasa menunggu para pekerja yang kos untuk berangkat ke tempat kerja, selama Bulan Ramadhan selalu dapat pelanggan, kadang  sampai 15 orang perhari, dimana di bulan lain pelanggannya tidak lebih dari 10 orang. Di malam hariya Trisno membantu membersihkan masjid komplek kami, dan tetap disana sampai tadarus selesai. Baginya semua kegiatan yang dilakukan di Bulan Ramadhan di lakukan dengan Ikhlas karena Allah SWT.
Bagaimana dengan Anak Yatim, dan Fakir Miskin? Selama Bulan Ramadhan banyak sekali orang-orang yang dermawan yang sangat perhatian kepada mereka, sungguh sarat akan makna kemanusiaan, perduli kepada sesama yang menurut saya merupakan hakikat tertinggi tujuan hidup manusia.
Saya pun demikian, sangat senang dengan Ramadhan, selain bisa melipatgandakan pahala dengan banyak mengerjakan amalan-amalan baik, banyak makanan enak, juga merasakan bagaimana nikmatnya hidup dengan penuh toleransi, saya merasakan bahwa Ramadhan menyejukkan hati dan fikiran semua orang.
Selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan, semoga Allah SWT  menerima semua amal baik kita.

Mencari Keberkahan Dengan Cinta Al-qu’ran

Ramadhan tiba,Ramadhan tiba, Marhaban ya Ramadhan.Ramadhan merupakan bulan suci yang ditunggu – ditunggu oleh semua umat muslim sedunia,bulan dengan banyak keistimewaan,bulan dimana kita bisa berlomba-lomba dalam mencari pahala dan mencari berkah serta ridho dari Allah swt.Bulan Ramadhan adalah bulan yang dimuliakan,Bagaimana tidak Bulan ramadhan merupakan bulan dimana pada saat itu diturunkannya pedoman hidup setiap umat muslim yaitu Al-Qur’an.Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an,Allah Berfirman,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185)
Di Bulan Ramadhan ini,kita perlu menambah amunisi agar kita mendapatkan syafaat yang berlebih dengan sering membiasakan diri membaca alquran,menghafal alquran maupun mengkhatamkan alquran.Bulan penuh berkah dengan keistimewaanya yang harus kita penuhi aturannya supaya kita dapat menjadi pribadi yang baik dan In Shaa Allah menjadi hamba allah yang shalih/shalihah. Mengapa betapa pentingnya kita harus mencintai alquran? Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadist yaitu Dari Sahabat Abu umamah Al-bahili radiallahuanhu : Saya mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam bersabda yang artinya:
“Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” (HR. Muslim 804)
Al-Qur’an , kitab suci para umat islam yang harus di ilhami maksudnya,di pahami betul-betul tidak hanya sebagai pajangan belaka.Terkadang kita sering lupa apa yang pernah beliau(Rasulullah) yang mengamanahkan kepada kita seluruh umat muslim bahwa jadikanlah alqu’an dan al-hadist sebagai pedoman hidupmu.Namun,apa yang terjadi? Banyak diantara kita yang melalaikan amanah itu.Maka dari itu perlulah kita menanamkan niat dalam hati agar mebiasakan diri dalam membaca alqur’an,supaya kita tidak tersesat dalam menjalani kehidupan ini. karena hanya alqur’anlah penunjuk jalan atau buku panduan kehidupan kita yang sebenarnya.
Tidak ada bacaan yang lebih hebat di sisi Allah, Malaikat, dan Rasul-Nya selain Alquran. Karena itu, marilah memperbanyak membaca Alquran, meresapi setiap maknanya, kemudian dihafalkan dan selanjutnya diamalkan. Dengan begitu, kita akan menjadi manusia yang paling beruntung.
Dan daripada itu,Banyak keutamaan dari membaca alqur’an diantaranya adalah sebagai berikut:
Membaca Al Quran adalah perdagangan yang tidak pernah merugi
{الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (30)}
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30).
Membaca Al Quran bagaimanapun akan mendatangkan kebaikan
عَنْ عَائِشَةَ رضى الله عنها قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ ».
“Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim).
Salah satu ibadah paling agung adalah membaca Al Quran
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضى الله عنهما : ضَمِنَ اللَّهُ لِمَنَ اتَّبَعَ الْقُرْآنَ أَنْ لاَ يَضِلَّ فِي الدُّنْيَا ، وَلاَ يَشْقَى فِي الآخِرَةِ ، ثُمَّ تَلاَ {فَمَنَ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى}.
“Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: “Allah telah menjamin bagi siapa yang mengikuti Al Quran, tidak akan sesat di dunia dan tidak akan merugi di akhirat”, kemudian beliau membaca ayat:
{فَمَنَ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى}
“Lalu barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka”. (QS. Thaha: 123) (Atsar shahih diriwayatkan di dalam kitab Mushannaf Ibnu Abi Syaibah).
Mari kita tingkatkan iman kita dengan perbanyak membaca alquran di bulan ramadhan ini.:)

Jumat, 04 Juli 2014

Sekali-sekali Kita Jadikan Rakyat Kecil Pemenang di Negeri ini

“People don’t buy what you do; they buy why you do it. And what you do simply proves what you believe” ― Simon Sinek, Start with Why: How Great Leaders Inspire Everyone to Take Action
Suatu pagi dalam perjalanan saya ke kantor di tengah kemacetan jalan kampung melayu saya menengok keluar dari dalam mobil saya. seorang bapak kurus penjual roti sepeda sedang berjuang me-manuver jalan dikelilingi mobil. udara agak terik walau masih pagi, jadi si bapak sudah keringatan. roti jualannya masih penuh.
Saya mendadak terenyuh. Anda dan saya kenal bapak ini. Beliau mungkin berpendapatan kurang dari Rp.500ribu per bulan dan tinggal di bedeng2 di bawah jembatan jalan tol yang kita lewati kalau kita mau ke Bandara Soetta. Beliau mungkin adalah seorang bapak yang suatu hari berkata pada anaknya ‘nak, kamu jangan berharap sekolah tinggi tinggi ya, bapak cuma mampu sekolahkan kamu sampai SD.’
Mendadak ada yang menusuk dada saya, dan mata saya berair. Kepentingan pilpres ini bukan untuk anda dan saya, tapi untuk bapak didepan (kebetulan saya hanya melihat muka di bapak sekilas, saya hanya ada foto beliau dari belakang) dan jutaan warga Indonesia lainnya. Mereka adalah masyarakat miskin yang puluhan tahun dijadikan subjek kampanye politik untuk membangun massa namun sampai saat ini belum mendapatkan penghidupan yang layak. Walau tingkat kemiskinan sudah membaik dibanding 20-30 tahun lalu, mayoritas warga Indonesia masih dibawah garis kemiskinan, ya hidup dengan Rp.500ribu sebulan itu.
Lalu datanglah Jokowi. Sejak awal ada yang aneh dari Jokowi ini, dia bukan hanya berbicara dan berjanji2 mengenai rakyat kecil, tapi tampak fascinated (terkagum kagum) dengan mereka. Kalau ada waktu luang sedikit, buru buru mendatangi masyarakat miskin. Mengunjungi pasar-pasar tradisional dan tersenyum-senyum saja tangannya ditarik-tarik warga. Apa guna citra tanpa kebijakan, anda bertanya. Kebijakan yang paling awal dilakukan si Bapak diberikan untuk rakyat kecil. Jika saya perhatikan prinsip kebijakan Jokowi selalu konsisten, membuka akses untuk warga berpendapatan terendah. Dana untuk kesehatan dan pendidikan sudah sangat besar. Alokasi APBN untuk pendidikan adalah Rp.81 Triliun dan untuk kesehatan Rp. 41 Triliun (sumber: www.kemenkeu.co.id) dan untuk menjamin akses terhadap dana tersebut adalah melalu sistem ‘satu pintu’, Kartu Pintar dan Kartu Sehat. Prinsip yang sama diterapkan untuk transportasi umum. Pengatasan kemacetan bukan yang paling utama karena itu kepentingan pemilik mobil. Yang penting adalah perbaiki kinerja kopaja dan busway dulu. Saya sebagai pengguna jalan agak kesal dengan macetnya Jakarta, tapi didalam hati saya mengerti dan mendukung prioritas si bapak.
Tanggal 26 Juni 2014 saya datang ke satu temu wicara Jokowi dengan komunitas internet (Netizen) . Bagian dari acara adalah pemberian token dari calon pemilih kepada Jokowi. Datang ke atas panggung dua bapak penarik becak dari Jogja, pak ‘Aris Van Java’ dan temannya - yang menarik becaknya dari Jogja ke Jakarta. Kedua Bapak ini berhenti di setiap pemukiman sepanjang perjalanan dari Jogja ke Jakarta tersebut untuk mencari dukungan terhadap Jokowi, banyak dari warga yang menyumbang uang mereka apa adanya. Kalimat yang diucapkan pak Aris di panggung adalah sebagai berikut: ‘pak Jokowi, saya tidak punya apa apa tapi saya punya dengkul dan saya sudah niatkan dengkul saya untuk mendukung bapak semaksimal mungkin’. Si Bapak penarik becak berbicara dengan suara keras namun serak menahan nangis, ruangan yang diisi ratusan orang mendadak menyimak, sebagian besar mata di ruangan itu berkaca kaca.
Jika Jokowi sukses jadi Presiden dan sebagian besar kebijakannya tidak teralisasi, saya kok yakin ya beliau masih akan dekat dengan wong cilik. Kalau ia tidak menang pun, kita pasti akan tetap lihat Jokowi blusukan ke kampong -kampung. Pemilu kali ini bukan hanya mengenai anda dan saya, tapi mengenai jutaan rakyat yang makin kebelakang makin jelas mau nya apa. Sekali-sekali kita jadikan rakyat kecil pemenang Pemilu di negeri ini.
Saya akan amat bersyukur jika tulisan diatas berhasil menggerakkan hati pembaca untuk memilih Jokowi. Jika tidak, anggaplah tulisan ini sebagai tribute saya untuk Bapak Penjual Roti Sepeda di Kampung Melayu, pak Aris dan temannya dari Jogja.