Media Informasi Pemuda Peduli Dhuafa Gresik (PPDG) || Website: www.pemudapedulidhuafa.org || Facebook: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Twitter: @PPD_Gresik || Instagram: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Email: ppd.gresik@gmail.com || Contact Person: 0838-3199-1684 || Nomor Rekening: 0335202554 BNI a.n. Ihtami Putri Haritani || Konfirmasi Donasi di nomor telepon: 0857-3068-6830 || #SemangatBerkarya #PPDGresik

Senin, 26 Agustus 2013

(Tidak) Banyak Pemuda Indonesia yang Peduli terhadap Kaum Dhuafa

Pemuda adalah suatu umur yang memiliki kehebatan sendiri, ibarat matahari maka usia muda ibarat jam 12 ketika matahari bersinar paling terang dan paling panas. Pemuda mempunyai kekuatan yang lebih secara fisik dan semangat bila dibanding dengan anak kecil atau orang-orang tua. Pemuda mempunyai potensi yang luar biasa, bisa dikatakan seperti dinamit bila diledakan. Subhanallah...!!!.

Sejarah pun juga membuktikan bahwa pemuda berperan penting dalam kemerdekaan. Dimana saja, di negara mana saja kemerdekaan tak pernah luput dari peran pemuda. Karena pemudalah yang paling bersemangat dan ambisius memperjuangkan perubahan menuju lebih baik. Maka dari itu jika ingin Indonesia menjadi lebih baik maka perbaikan itu yang utama ada di tangan pemuda, perbaikan itu akan tegak dari tangan pemuda dan dari pemuda.

Pemuda mempunyai banyak potensi, akan tetapi jika tidak dilakukan pembinaan yang terjadi adalah sebaliknya. Potensinya tak tergali, semangatnya melemah atau yang lebih buruk lagi ia menggunakan potensinya untuk hal-hal yang tidak baik. Sekali lagi, pemuda adalah usia dan sosok yang hebat, tapi tidak semua pemuda hebat. Pemuda yang hebat adalah pemuda yang "BERANI BERMIMPI DAN BERNIAT, SERTA BERANI BERBUAT". Mana mungkin kita sebagai pemuda bisa maju jika bermimpi saja tidak berani. Impian adalah cita-cita, maka beranilah bermimipi, dan impian juga akan menimbulkan semangat. Semangat ibarat api yang akan memicu ledakan potensi yang luar biasa. Maka marilah kita miliki impian, obsesi dan ambisi. Niat saja tidak berani, bagamana bisa berbuat. Niat saja mulai sekarang, tapi yang baik-baik, karena pemuda harus punya niat. Niat menumbuhkan kesungguhan dalam beramal, keseriusan dalam berfikir serta keteguhan dalam menghadapi penghalang. Niat yang sempurna adalah niat karena Allah dengan landasan iman, dengan niat karena Allah kita akan mendapat ridho-Nya, Insyaallah...!!!. Jika sudah punya mimpi dan percaya akan kemampuan sendiri maka yang berikutnya ialah siap action. Yup berbuat, berani untuk melakukan aksi-aksi perubahan. Berani mencoba untuk sebuah kemenangan tanpa takut gagal, ingatlah bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Memulai adalah hal yang sulit kata sebagian orang, setelah itu akan berjalan lancar. Maka kita harus berani memulai, walaupun sulit coba dulu Insyaallah berikutnya berhasil. Tidak perlu ditunda-tunda mulai dari sekarang, tidak perlu menunggu orang lain mulai dari diri sendiri saja. Berani beraksi adalah wujud konsisten kita pada apa yang kita yakini, kita impikan. Kita memimpikan Indonesia menjadi lebih baik maka berani beraksi untuk perbaikan tersebut sesuai dengan kreativitas kita adalah hal yang hebat. Dari yang kecil tidak masalah, yang penting kita berani. Tatap dunia, hadapi jangan bersembunyi, jangan hanya bicara tapi berbuat, beramal. Kita tunjukan bahwa kita pemuda, kita tidak diam tapi bergerak menuju perbaikan yang lebih baik. Bahwa kita tidak duduk, tapi kita berjuang.

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama ? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin" (QS. 107 : 1-3). Saat ini sangat banyak kejadian dalam kehidupan masyarakat yang membutuhkan bantuan dan uluran tangan kita. Akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan, yang belum ada ujungnya. Kemiskinan yang mendera masyarakat selama ini memunculkan banyak kaum dhuafa (kaum lemah). Kaum dhuafa terdiri dari orang-orang yang terlantar, fakir miskin, anak-anak yatim, dan orang cacat. Kaum dhuafa ialah orang-orang yang menderita hidupnya secara sistemik, para dhuafa setiap hari berjuang melawan kemiskinan. Kaum dhuafa korban dari kenaikan harga BBM, dan barang-barang kebutuhan lainnya. Kaum dhuafa cerminan ketidakmampuan negara dalam memelihara mereka, para dhuafa secara sendirian harus berjuang melawan sistem kapitalisme. Kaum dhuafa adalah orang-orang miskin yang ada di jalanan, di pinggiran, dan di sudut-sudut lingkungan kumuh. Mereka bekerja sebagai pemulung, para pedagang asongan, pengemis jalanan, buruh bangunan, dan abang becak. Lantas, apa yang harus dilakukan ?.

Selayaknya kita (pemuda) merasakan suka dan duka bersama kaum dhuafa. Agama memberikan isyarat sangat jelas untuk mengeluarkan zakat kepada kaum dhuafa. Zakat adalah perintah untuk mensucikan diri yang dibagikan kepada orang-orang yang lemah. Mereka merupakan orang-orang yang tertindas yang memerlukan pertolongan manusia yang lainnya. Membiarkan mereka dalam penderitaan, berarti menyia-nyiakan agama. Mereka seharusnya dikasihani dan dilindungi hak-haknya. Kaum dhuafa merupakan bentuk ketidakadilan sistem yang patriarkhial, sistem dominasi melanggar hak-hak hidup orang lain. Misalnya, hak memperoleh makan dan minum serta pekerjaan layak. Para kaum dhuafa tidak memperoleh hak tersebut karena uang untuk mereka di korupsi, dirampas oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Orang miskin semenjak dulu kala kehidupannya dililit oleh kemiskinan, miskin segala hal. Miskin pengetahuan dan kesempatan melakukan perubahan, miskin pendidikan yang mampu merubah keadaan hidupnya. Akibatnya, hidup mereka secara turun-temurun berada dalam lingkaran kemiskinan. Kaum dhuafa disebut oleh Nabi Muhammad sebagai orang-orang yang sangat dekat dengan Nabi kelak di akhirat. Hidup mereka lebih berharga dan tehormat dari pada mereka yang makan uang rakyat. Maka sudah selayaknya, sebagai umat Nabi Muhammad SAW untuk membela kepentingan para dhuafa. Apabila kaum dhuafa dibiarkan menderita, maka bangsa ini akan mendapatkan generasi-generasi lemah dan tidak berdaya. Apabila generasi itu lemah, tentu bangsa ini akan rapuh dan gagal. Bangsa yang lemah, akan mudah musuh-musuh menyerang dan merongrong bangsa. Rongrongan tersebut beragam cara, misalnya nampak nyata penjajahan ekonomi dengan permainan harga BBM. Negara tidak mampu mengontrol lagi harga standar sesuai dengan kemampuan daya jangkauan masyarakatnya, harga-harga dipermainkan kepentingan global. Akibatnya rakyat makin sulit memperoleh hak-hak hidup yang layak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar