Media Informasi Pemuda Peduli Dhuafa Gresik (PPDG) || Website: www.pemudapedulidhuafa.org || Facebook: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Twitter: @PPD_Gresik || Instagram: Pemuda Peduli Dhuafa Gresik || Email: ppd.gresik@gmail.com || Contact Person: 0838-3199-1684 || Nomor Rekening: 0335202554 BNI a.n. Ihtami Putri Haritani || Konfirmasi Donasi di nomor telepon: 0857-3068-6830 || #SemangatBerkarya #PPDGresik

Kamis, 29 Agustus 2013

Di Negeri Ini, Kaum Dhuafa Dilarang Sakit

Mungkin itulah ungkapan yang tepat sebagai gambaran bagaimana sulitnya mendapatkan pelayanan kesehatan bagi kaum miskin (dhuafa). Biaya kesehatan merupakan kata yang "sangat menakutkan" karena ketika sakit, apalagi harus dirawat, kaum dhuafa dihadapkan pada kenyataan membayar biaya pengobatan yang teramat tinggi.

Memang, pemerintah selama ini telah memberikan layanan kesehatan bagi rakyat miskin. Mulai dari program Social Safety Net (jaring pengaman sosial bidang kesehatan) kemudian program Askeskin, dan terakhir program Jamkesmas (Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat). Pemerintah telah membuktikan betapa mereka peduli terhadap rakyatnya.

Namun, banyak yang menilai pelayanan dari pemerintah masih dilakukan setengah hati. Pemahaman program pelayanan hanya dipahami dalam kategori stakeholder pengambil kebijakan, pemberi pelayanan kesehatan dan pengelola dana. Sementara kebutuhan riil bagi masyarakat miskin masih banyak terabaikan. Belum lagi jika dilihat dari kualitas pelayanan yang diberikan. Buktinya, tetap saja banyak orang miskin yang masih sulit mendapatkan pelayanan kesehatan.

Bagi sebagian dhuafa, jangankan untuk biaya pengobatan, menggunakan ambulance saja mereka harus bayar. Alat transportasi kesehatan yang dahulu gratis ini, seiring dengan kebijakan yang terus bergulir, kini tidaklah gratis lagi. Sektor kesehatan yang dahulu adalah sektor sosial, kini telah menjadi sektor komersil. Fasilitas kesehatan rupanya masih menjadi barang mewah di negeri ini.

Bagi keluarga dhuafa, ketika biaya pengobatan rumah sakit telah cukup memberatkan, sampai kemudian ujian kematian menjadi bagian takdir kehidupan si sakit. Mereka dihadapkan pada masalah baru, biaya penyewaan mobil jenazah yang mahal. Kemana mereka harus meminta bantuan ?.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar